Selasa, Juni 07, 2016

BahayaTidur Selepas Sahur

Tauziah Taraweh :

AKIBAT TIDUR SELEPAS SAHUR

 Di bulan Ramadhan ini Allah telah mewajibkan kita semua berpuasa sebagaimana Ia telah mewajibkan  kepada orang2 sebelum kita dari kalangan Ahlul Kitab, seperti dalam firman-Nya, “Hai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.”
(Al Baqarah: 183).

Sebelum melaksanakan ibadah puasa, kita dianjurkan untuk makan sahur.

Salah satu sunnah puasa adalah mengakhirkan makan sahur, di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang merupakan generasi pertama umat Islam tersebut tidak tidur setelah sahur.

 Tentunya hal ini sangat bertolak belakang di jaman sekarang ini , banyak orang masih merasa ngantuk dan mempercepat makan sahur kemudian tidur kembali akibatnya sering terlambat untuk mengerjakan sholat subuh , kehilangan berkah di pagi hari, selain itu ternyata tidur setelah sahur tidak baik untuk kesehatan dari segi medis.

Berikut penyebab kenapa seseorang tidak dianjurkan kembali tidur setelah makan sahur :

Pertama gangguan lambung/asam lambung.
Setelah mengonsumsi makanan (termasuk sahur), sistem pencernaan memerlukan beberapa waktu untuk mencerna dan menyerap nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut.
Ketika seseorang tidur setelah makan (sahur), apalagi dalam posisi terlentang, pencernaan menjadi melambat atau sulit bekerja.
Akibatnya, timbullah nyeri di ulu hati dan panas yang menyebar ke dada dan tenggorokan karena meningkatnya asam lambung.

Kedua, terjadinya refluks.
Merupakan penyakit yang timbul akibat kelemahan dari katup antara lambung dan kerongkongan.
Hal ini menyebabkan asam lambung naik ke dalam kerongkongan dan menimbulkan gejala berupa rasa terbakar di dada.
Di antara tanda refluks adalah ketika seseorang terbangun dari tidur setelah sahur ia merasakan kerongkongannya panas dan mulutnya terasa pahit. Para dokter menyarankan jeda waktu antara makan dan tidur adalah dua jam. Namun sunnah Rasulullah lebih lama lagi.
Beliau dan para sahabatnya biasa mengisi waktu setelah sahur dengan shalat atau dzikir dan setelah Subuh berdzikir hingga matahari terbit. Untuk tidur sejenak, mereka memilih waktu siang yang dikenal dengan istilah qailulah

Ketiga, terserang Stroke.
Tidur setelah sahur dipercaya meningkatkan resiko terkena stroke.
Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah terkena stroke. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki jeda paling singkat antara makan dan tidur memiliki resiko lebih tinggi terkena stroke.

Keempat, sakit Kepala.
Jika kita tidur setelah shalat subuh, dan ketika bangun bagian leher akan terasa sakit dan kaku, bahkan terkadang bukan kesegaran yang didapat, namun sebaliknya.
Lalu akan terasa sakit kepala bagian atas atau kepala bagian belakang.
Itulah hal mudhorat yang didapat jika anda tidur lagi usai sahur atau menjelang pagi. Menurut sebuah hasil studi, tidur pagi menyebabkan serebrospinal bergerak ke otak. Inilah yang menimbulkan sakit di kepala.

Selain berbahaya dari segi kesehatan, tidur setelah sahur membuat terhalangnya pintu rezeki, dalam hadits yang di riwayatkan oleh Abu Daud, bahwasannya Rasulullah bersabda “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Dalam hadits tersebut Rasulullah mendoakan keberkahan bagi umatnya yang bangun di waktu pagi.

Sebaliknya, doa itu mengisyaratkan bagi mereka yang tidur lagi setelah Subuh, mereka akan kehilangan keberkahan yang disebutkan dalam doa Nabi.
Keberkahan dalam hadits ini memiliki makna yang luas. Secara umum maknanya adalah bertambahnya kebaikan. Bentuknya bisa macam-macam, misalnya bisnisnya berhasil sehingga bisa banyak berinfak atau karirnya meningkat sehingga mudah bersedekah.

Dan yang terakhir, menjadi malas dan Kehilangan semangat.
Biasanya ketika tidur usai sahur atau menjelang pagi, tubuh akan terasa lemas dan kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas.
Mood juga akan berubah jadi buruk.  Ketika kondisi hati sedang buruk, otomatis akan tergambar dari garis wajah. Wajah akan terlihat pucat.


Semoga bermanfaat

Senin, Juni 06, 2016

Rumah Dijual Jakarta Garden CIty

WTS
🏡Griya Realtors
🏠DIJUAL RUMAH MINIMALIS MODERN DENGAN SOSIALISASI RUANG TERBUKA HIJAU DI JAKARTA GARDEN CITY
📎Terinspirasi dari sungai kenamaan yang mengalir melalui pusat kota Melbourne, Australia, Cluster Mezzanine memiliki konsep rumah minimalis dan modern, dengan taman-taman yang indah yang menjadi ciri dari perumahan Jakarta Garden City , kawasan perumahan terbesar di Jakarta dengan luas 370 hektar. Lokasi yang sangat strategis hanya 3,4 km dari Kelapa Gading, dan akses toll JGC – Ancol – Bandara. Fasilitas lengkap tersedia di kawasan Jakarta Garden City seperti : AEON Mall (on progress), Rukan AVENUE,Rukan The Walk, Shopping Arcade,Modern Market, Sekolah Global Mandiri, Club House, Rumah Sakit Mayapada (on progress).
🏡 YARRA MEZZANINE – JAKARTA GARDEN CITY
• LT/LB : 90 m2 / 50 m 2
• Kamar Tidur 4+1
• Kamar Mandi 1+1
• Carport 2
• Listrik 1300 VA
• Sertifikat HGB
• Harga Rp , 1.239.600.000,-
🕴We can help you to take care of your loan to all bank ‪#‎thebestpropertyagent‬ ‪#‎buy‬ ‪#‎sell‬ ‪#‎createvalue‬ ‪#‎griyarealtors‬‪#‎griyarealtorsaccount‬ ‪#‎belirumah‬
LineID,Twitter,Instagram,Facebook,Path: Griyarealtors
CP : Griya Realtors –
Taufan 087831318000 (WhatsApp - 081296332259)


Bukan cuma menjual

Menjadi seorang agen properti adalah hal yang sangat menantang. Karena banyak hal yang  akan dilakukan untuk memuaskan seorang klien. Tugas seorang agen tidak hanya menjual properti, tetapi sekaligus menjadi penasihat bagi klien, agar tidak salah mengambil keputusan. Salah satunya adalah saat klien memutuskan untuk menjual rumah.
Tahun 2016 diprediksi sebagai awal pemulihan pasar properti nasional. Dengan nilai tukar Rupiah yang mulai stabil, banyak orang yang mulai tertarik menjual rumahnya, entah untuk modal upgrade ataupun untuk meraup keuntungan.
Beberapa di antara mereka akan menggunakan jasa Anda sebagai agen properti. Tugas Anda adalah membimbing klien agar tidak mengambil keputusan yang salah dalam menjual rumah. Anda harus membantu klien dalam hal-hal berikut ini:
1. Diskusikan harga yang tepat
Jika klien Anda tidak terlalu paham mengenai harga properti saat ini, tugas Anda adalah memberikan penjelasan secara detail.
Berikan penjelasan mengenai kondisi fisik rumah, kondisi lingkungan perumahan, dan kondisi kawasan di mana perumahan tersebut berada dan pengaruhnya terhadap nilai properti.
Bisa jadi klien Anda mengharapkan harga yang sama dengan rumah yang jaraknya hanya 500 meter. Padahal, rumah yang dimaksud tersebut berada di pinggir jalan, sementara rumah klien Anda masih masuk ke dalam gang.
Jika  klien bersikeras dengan pendapatnya, carikanlah jalan tengah. Misalnya dengan meminta klien merenovasi beberapa bagian dari rumah sehingga terlihat lebih baru dan menarik, dan hal-hal lain yang bisa dilakukan.
2. Negosiasi dengan calon pembeli untuk kepentingan klien
Negosiasilah untuk kepentingan klien Anda. Haram hukumnya bernegosiasi di belakang klien dengan calon pembeli. Laporkan setiap perkembangan negosiasi, termasuk yang gagal, dan penyebabnya.
Agar Anda memiliki posisi tawar yang kuat, anjurkan kepada klien untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan calon pembeli untuk menawar dengan harga rendah.
Hal-hal yang bisa menjadi celah biasanya adalah kekurangan fisik bangunan dan surat-suratnya. Pastikan penampilan rumah selalu bersih dan menarik. Siapkan semua surat-surat bukti kepemilikan yang kuat, serta bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan.
3. Yakinkan klien Anda untuk tetap bersabar
Ada kalanya klien Anda menjadi ragu setelah rumah Anda tidak terjual, padahal Anda dan klien sudah merancang strategi penjualan sedemikian rupa.
Yakinkan klien Anda untuk tetap bertahan lewat data-data dan perkembangan yang Anda dapat selama proses.


Kamis, Mei 26, 2016

Catatan Kecil tentang Adversity Quotient

Baik unt dibaca, meski panjang minta ampun.
Morning all...
Assalamu'alaikum.
------------------------
KAJIAN PARENTING

By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Di Indonesia ...
Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti ,  izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu , ya jadi  koki,  ya jadi  tukang cuci . Ya jadi ayah , ya jadi tukang ledeng , ya jadi pengemudi .

Anda bukan anggota tim SAR ...
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya .   Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada . Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya .

 - Anak mengeluh sedikit karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu , "Sini ... Ayah bantu . "

- Botol minum ditutup
 rapatnya sedikit susah ,  " Sini ... Mama saja " .

- Sepatu bertali lama di ikat , sekolah sudah hampir telat .. " Biar ayah aja deh yang kerjain " .

- Kecipratan minyak sedikit
"Sudah sini, kentangnya Mama saja yang gorengin ".



Kapan anaknya bisa ... ?
Jangankan di luar negeri ....
Di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka .

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana ...
Apa yang terjadi ketika bencana benar 2 tiba ... ?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri .

Kemampuan menangani stress ...
Menyelesaikan masalah ,  dan mencari solusi itu keterampilan/skill  yang wajib di miliki .

Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil ...
Ya harus di latih .
Kalau tanpa latihan ...
Lalu di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri ... ??

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan .

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi ,
tapi juga lulus melewati ujian badai 2 pernikahan dan kehidupannya kelak .

Tampaknya sepele sekarang ...
Secara apalah  salahnya sih kita bantu anak ... ?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya  ...
Dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu .

Susah sedikit ... bantuan diminta .
Berantem sedikit ya sudah  lah .. cerai saja ...
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa ,
Masalah sedikit ....
Bisa jadi gila .

Kalau anda menghabiskan banyak waktu ...
Perhatian dan uang untuk IQ nya ..
Habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.

AQ  ... ?
Apa itu ... ?
ADVERSITY QUOTIENT

ADVERSITY QUOTIENT menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yang  berjudul sama ...

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami ...

Bukannya kecerdasan ini yang  jadi lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari ?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya .
Merasa bisa menyelesaikan masalah ,  mulai dari yang sederhana sampai yang sulit,
Membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar 2 tidak lagi bisa .

Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang ,  tidak menyerah dalam waktu yang lama .

So izinkan anak anda melewati kesusahan ..

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka , sedikit nangis , sedikit kecewa , sedikit telat dan sedikit kehujanan .

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi ...

Tahan lidah ,  tangan dan hati dari memberikan bantuan ,
Ajari menangani frustrasi .

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel ,  Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari .. ?

Bisa-bisa anak anda ikut mati .

Sulit memang untuk tidak mengintervensi ,
Ketika melihat anak sendiri susah ,  sakit dan sedih .

Apalagi dengan menjadi orangtua ,  insting pertama adalah melindungi ,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua

Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah akan selalu ada .

Dan mereka harus bisa bertahan .
Melewati hujan , badai , dan kesulitan ,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan .

" Permata hanyalah orang ... yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik "
--------------

Semoga bermanfaat untuk kita para orang tua pembimbing anak anak kita menuju masa depan mereka yang lebih baik.

Kesibukan

Friends...

Jagalah untuk tetap beraktifitas...
Cari kesibukan...
Beruntung sekali jika aktifitas dan kesibukan kita sifatnya produktif...
Produktif yang menghasilkan..
Uang atau kepuasan pribadi...



Karena DIAM...
Bisa jadi BENCANA...

Cari aktifitas...
Cari kesibukan..
Semoga bisa menghasilkan..

Selamat beraktifitas.