Senin, Juni 06, 2016

Bukan cuma menjual

Menjadi seorang agen properti adalah hal yang sangat menantang. Karena banyak hal yang  akan dilakukan untuk memuaskan seorang klien. Tugas seorang agen tidak hanya menjual properti, tetapi sekaligus menjadi penasihat bagi klien, agar tidak salah mengambil keputusan. Salah satunya adalah saat klien memutuskan untuk menjual rumah.
Tahun 2016 diprediksi sebagai awal pemulihan pasar properti nasional. Dengan nilai tukar Rupiah yang mulai stabil, banyak orang yang mulai tertarik menjual rumahnya, entah untuk modal upgrade ataupun untuk meraup keuntungan.
Beberapa di antara mereka akan menggunakan jasa Anda sebagai agen properti. Tugas Anda adalah membimbing klien agar tidak mengambil keputusan yang salah dalam menjual rumah. Anda harus membantu klien dalam hal-hal berikut ini:
1. Diskusikan harga yang tepat
Jika klien Anda tidak terlalu paham mengenai harga properti saat ini, tugas Anda adalah memberikan penjelasan secara detail.
Berikan penjelasan mengenai kondisi fisik rumah, kondisi lingkungan perumahan, dan kondisi kawasan di mana perumahan tersebut berada dan pengaruhnya terhadap nilai properti.
Bisa jadi klien Anda mengharapkan harga yang sama dengan rumah yang jaraknya hanya 500 meter. Padahal, rumah yang dimaksud tersebut berada di pinggir jalan, sementara rumah klien Anda masih masuk ke dalam gang.
Jika  klien bersikeras dengan pendapatnya, carikanlah jalan tengah. Misalnya dengan meminta klien merenovasi beberapa bagian dari rumah sehingga terlihat lebih baru dan menarik, dan hal-hal lain yang bisa dilakukan.
2. Negosiasi dengan calon pembeli untuk kepentingan klien
Negosiasilah untuk kepentingan klien Anda. Haram hukumnya bernegosiasi di belakang klien dengan calon pembeli. Laporkan setiap perkembangan negosiasi, termasuk yang gagal, dan penyebabnya.
Agar Anda memiliki posisi tawar yang kuat, anjurkan kepada klien untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan calon pembeli untuk menawar dengan harga rendah.
Hal-hal yang bisa menjadi celah biasanya adalah kekurangan fisik bangunan dan surat-suratnya. Pastikan penampilan rumah selalu bersih dan menarik. Siapkan semua surat-surat bukti kepemilikan yang kuat, serta bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan.
3. Yakinkan klien Anda untuk tetap bersabar
Ada kalanya klien Anda menjadi ragu setelah rumah Anda tidak terjual, padahal Anda dan klien sudah merancang strategi penjualan sedemikian rupa.
Yakinkan klien Anda untuk tetap bertahan lewat data-data dan perkembangan yang Anda dapat selama proses.


Kamis, Mei 26, 2016

Catatan Kecil tentang Adversity Quotient

Baik unt dibaca, meski panjang minta ampun.
Morning all...
Assalamu'alaikum.
------------------------
KAJIAN PARENTING

By  : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Di Indonesia ...
Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti ,  izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu , ya jadi  koki,  ya jadi  tukang cuci . Ya jadi ayah , ya jadi tukang ledeng , ya jadi pengemudi .

Anda bukan anggota tim SAR ...
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya .   Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada . Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya .

 - Anak mengeluh sedikit karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu , "Sini ... Ayah bantu . "

- Botol minum ditutup
 rapatnya sedikit susah ,  " Sini ... Mama saja " .

- Sepatu bertali lama di ikat , sekolah sudah hampir telat .. " Biar ayah aja deh yang kerjain " .

- Kecipratan minyak sedikit
"Sudah sini, kentangnya Mama saja yang gorengin ".



Kapan anaknya bisa ... ?
Jangankan di luar negeri ....
Di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka .

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana ...
Apa yang terjadi ketika bencana benar 2 tiba ... ?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri .

Kemampuan menangani stress ...
Menyelesaikan masalah ,  dan mencari solusi itu keterampilan/skill  yang wajib di miliki .

Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil ...
Ya harus di latih .
Kalau tanpa latihan ...
Lalu di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri ... ??

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan .

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi ,
tapi juga lulus melewati ujian badai 2 pernikahan dan kehidupannya kelak .

Tampaknya sepele sekarang ...
Secara apalah  salahnya sih kita bantu anak ... ?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya  ...
Dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu .

Susah sedikit ... bantuan diminta .
Berantem sedikit ya sudah  lah .. cerai saja ...
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa ,
Masalah sedikit ....
Bisa jadi gila .

Kalau anda menghabiskan banyak waktu ...
Perhatian dan uang untuk IQ nya ..
Habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.

AQ  ... ?
Apa itu ... ?
ADVERSITY QUOTIENT

ADVERSITY QUOTIENT menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yang  berjudul sama ...

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami ...

Bukannya kecerdasan ini yang  jadi lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari ?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya .
Merasa bisa menyelesaikan masalah ,  mulai dari yang sederhana sampai yang sulit,
Membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar 2 tidak lagi bisa .

Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang ,  tidak menyerah dalam waktu yang lama .

So izinkan anak anda melewati kesusahan ..

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka , sedikit nangis , sedikit kecewa , sedikit telat dan sedikit kehujanan .

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi ...

Tahan lidah ,  tangan dan hati dari memberikan bantuan ,
Ajari menangani frustrasi .

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel ,  Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari .. ?

Bisa-bisa anak anda ikut mati .

Sulit memang untuk tidak mengintervensi ,
Ketika melihat anak sendiri susah ,  sakit dan sedih .

Apalagi dengan menjadi orangtua ,  insting pertama adalah melindungi ,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua

Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah akan selalu ada .

Dan mereka harus bisa bertahan .
Melewati hujan , badai , dan kesulitan ,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan .

" Permata hanyalah orang ... yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik "
--------------

Semoga bermanfaat untuk kita para orang tua pembimbing anak anak kita menuju masa depan mereka yang lebih baik.

Kesibukan

Friends...

Jagalah untuk tetap beraktifitas...
Cari kesibukan...
Beruntung sekali jika aktifitas dan kesibukan kita sifatnya produktif...
Produktif yang menghasilkan..
Uang atau kepuasan pribadi...



Karena DIAM...
Bisa jadi BENCANA...

Cari aktifitas...
Cari kesibukan..
Semoga bisa menghasilkan..

Selamat beraktifitas.

Kamis, Juni 04, 2015

Tukar gula putih anda dengan gula merah sekarang juga

TUKAR GULA PASIR DENGAN GULA MERAH

Kesalahan terbesar orang sekarang karena memilih gula pasir (sugar cane) ketimbang gula merah (brown sugar gula enau gula kelapa). Gula pasir itu gula olahan, seperti halnya terigu. Keduanya karbohidrat yang diolah. Sudah terbukti gula pasir dan terigu tidak lebih menyehatkan dibanding gula merah, dan gandum. Semua penyakit degeneratif sekarang bermunculan lantaran konsumsi gula pasir dunia terus meningkat. Padahal gula alami diserap usus secara berbeda, jauh lebih sempurna, dibanding penyerapan gula olahan. Termasuk pemanis buatan (sweatener). Tidak semua pemanis buatan menyehatkan. Padahal hampir semua jajanan memakai pemanis buatan, bahkan ada yang sebetulnya sudah dilarang karena mencetuskan kanker (carcinogen). Selain menambah banyak kejadian penyakit degeneratif, mengonsumsi gula pasir lebih banyak, gula pasir bersenyawa dengan protein dalam tubuh membentuk AGEs (advance glycosylated endproducts). AGEs menempel pada sel-sel tubuh dan menjadikan sel lekas menua selain menurunkan kekebalan tubuh. Sekali lagi, apa pun alasannya, lebih menyehatkan bila memilih bukan menu olahan, melainkan menu alami. Bukan donat tapi ubi rebus. Bukan kripik kentang (potatoes chip) tapi kacang rebus. Bukan beras giling tapi beras tumbuk. Bukan bistik tapi pepes kakap. Namun masalah selalu timbul, karena kita biasanya dikalahkan oleh cita rasa nikmat di lidah. Oleh kenyataan bahwa yang menyehatkan itu umumnya lebih lezat dari yang tidak menyehatkan. Maka orang di dunia menelan 9 Kg zat tambahan dalam makanan (food additive) seperti pengawet zat warna penyedap perenyah zat lilin, yang tidak menyehatkan itu setiap tahun demi mengejar kenikmatan di 10 Cm lidahnya. Jadi kembali terserah pilihan Anda, kesehatan ada di tangan Anda sendiri. Kanker usus besar kini menduduki peringkat atas. Boleh jadi faktor apa yang kita konsumsi pencetusnya.
Salam sehat.

Dr HANDRAWAN NADESUL

Property Consultant
Rumah dijual
Paket wisata

Belajar Wordpress GRATIS di sini...

Belajar Bisnis Online