Berita Sumatera dan sekitarnya di SUMATERAZINE
Pilih saja bisnis online ini :
Premium Member CB
Cafebisnis
WP Affiliasi Multilevel
Cafebisnis Autoresponder
WP Iklan Baris
Paket wisata
Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”
QS. al-Anbiyaa’: 35
Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.”
( Tafsir Ibnu Jarir )
Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.
Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.
( HR. Muslim)
Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
QS. asy-Syuura : 30
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.
(HR. Muslim)
Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.
Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa-dosa ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa-dosanya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa-dosa tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”
Rilis Media
PUSAT STUDI HUKUM TATA NEGARA
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA
*MENYOAL 'DWIFUNGSI' POLRI*
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak telah diselenggarakan sejak tahun 2015 dengan beragam kendala dan keberhasilan yang dapat dijadikan pelajaran. Pada perhelatan Pilkada 2018 ini, sebanyak 171 daerah, yang terdiri atas 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada tanggal 27 Juni 2018. Beberapa provinsi diantaranya adalah Jawa Barat dan Sumatera Utara. Khusus kedua provinsi tersebut, masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur akan habis pada 13 Juni 2018 untuk Jawa Barat dan 17 Juni 2018 untuk Sumatera Utara. Dengan demikian, maka terdapat kekosongan jabatan untuk Gubernur dan Wakil Gubernur di kedua provinsi tersebut.
Kekosongan jabatan dimaksud, sesungguhnya juga telah diatur di dalam UU No 10/2016 tentang Pilkada (UU Pilkada) bahwa dalam terjadi kondisi yang demkian, akan diangkat penjabat Gubernur. Di dalam Pasal 201 ayat (10) disebutkan bahwa posisi penjabat Gubernur berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya sampai dengan pelantikan Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jabatan pimpinan tinggi madya ini merupakan ASN yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri atau daerah yang bersangkutan.
Namun, secara mengejutkan, Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengeluarkan wacana untuk menjadikan unsur kepolisian sebagai pelaksana tugas atau penjabat Gubernur untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, baik disebabkan petahana yang cuti mengikuti Pilkada maupun karena berakhirnya masa jabatan kepala daerah sebelum pilkada berlangsung.
Padahal, amanah reformasi tegas menyatakan diantaranya untuk menghapuskan dwifungsi ABRI. Maknanya, tidak hanya untuk memastikan netralitas TNI sebagai pemegang kuasa konstitusional yang menjaga pertahanan negara, tapi juga netralitas Polri yang bertanggungjawab terhadap keamanan negara. Reformasi yang telah berhasil memisahkan dan menjaga netralitas kedua institusi tersebut, seyogyanya tidak ditarik mundur oleh penguasa sipil.
Atas dasar itu, kami dari Pusat Studi Hukum Tata Negara (PSHTN) Fakultas Hukum Universitas Indonesia menyatakan bahwa jabatan penjabat Gubernur dari unsur kepolisian bertentangan dengan UU Pilkada dan konstitusi RI serta berdampak pada pudarnya netralitas Polri sebagai amanat dari reformasi. Pernyataan tersebut didasarkan kepada hal-hal berikut:
1. Jabatan pelaksana tugas atau penjabat Gubernur *harus* berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya yang berasal dari kalangan sipil sebagaimana diatur di dalam Pasal 201 ayat (10) UU Pilkada. Wacana Mendagri untuk menunjuk perwira tinggi Polri yang masih aktif sebagai penjabat Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara merupakan wacana yang tidak berdasarkan hukum yang justru telah mencederai semangat reformasi.
2. Mendagri merujuk kepada Permendagri No. 1/2018 tentang cuti di luar tanggungan negara bagi kepala daerah, namun Permendagri tersebut justru bertentangan dengan materi muatan UU Pilkada. Di dalam Pasal 4 ayat (2) Permendagri tersebut memuat norma yang menyatakan bahwa yang menjadi penjabat Gubernur berasal dari pejabat pimpinan tinggi madya/setingkat di lingkup pemerintah pusat/provinsi. Dari dasar inilah kemudian Mendagri mengasumsikan bahwa perwira tinggi Polri merupakan jabatan yang setingkat dengan pimpinan tinggi madya. Padahal, di dalam ketentuan UU Pilkada telah diatur secara limitatif bahwa hanya pejabat pimpinan tinggi madya saja yang dapat menjadi penjabat Gubernur.
3. Wacana menjadikan perwira tinggi Polri yang masih aktif untuk menjadi pelaksana tugas atau penjabat Gubernur merupakan langkah mundur proses reformasi yang telah bergulir selama hampir 20 tahun ini. Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 28 ayat (1) dan (3) UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan apabila terdapat anggota Polri yang menduduki jabatan di luar kepolisian maka itu dapat dilakukan setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian. Artinya, bila Mendagri ingin mengusulkan perwira tinggi sebagai pelaksana tugas atau penjabat Gubernur harus mengusulkan polisi yang telah pensiun atau telah mengundurkan diri dari dinas kepolisian. Dengan demikian, netralitas Polri tetap terjaga dan tidak menimbulkan “dwifungsi” Polri sebagaimana dwifungsi ABRI pada zaman Orde Baru.
4. Penunjukan pelaksana tugas atau penjabat Gubernur dari unsur kepolisian secara tidak langsung menjadikan daerah tersebut nyaris serupa dengan daerah darurat sipil. Bila mengacu kepada UU Nomor 23/Prp/1959 tentang Keadaan Bahaya maka diatur mengenai darurat sipil. Di dalam Pasal 4 ayat (1) dan (2) dijelaskan bahwa Presiden menetapkan Penguasa Darurat Sipil Daerah (PDSD) yang terdiri atas Kepala Daerah yang dibantu oleh seorang komandan militer tertinggi, seorang kepala Polri, dan seorang pengawas/kepala kejaksaan di daerah tersebut. Padahal, seperti diketahui bahwa Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Utara sedang dalam kondisi damai serta terkendali, tanpa potensi gangguan keamanan. Oleh karena itu, PSHTN menganggap bahwa wacana Mendagri tersebut justru berpotensi menimbulkan suasana yang tidak kondusif untuk berlangsungnya pilkada di daerah yang bersangkutan.
Atas pertimbangan tersebut, kami mendesak Presiden untuk tidak menerbitkan Keputusan Presiden mengenai pelaksana tugas atau penjabat Gubernur dari kalangan non sipil (TNI/Polri). Hal ini agar semangat reformasi yang mengutamakan supremasi sipil dan telah berlangsung selama hampir 20 tahun ini tetap terjaga.
PSHTN FHUI juga mengingatkan kembali kepada Pemerintah untuk senantiasa mengelola negeri ini sesuai dengan koridor hukum yang berdasarkan Konstitusi. Jangan sampai kebijakan yang diputuskan oleh Pemerintah justru menghidupkan kembali rezim otoritarianisme baru dan mematikan kehidupan berdemokrasi di Indonesia yang telah diperjuangkan oleh rakyat Indonesia.
Jakarta, 26 Januari 2018
Mustafa Fakhri
Ketua Pusat Studi Hukum Tata Negara
Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Narahubung:
Ghunarsa Sujatnika (087787408735)
Ketua Departemen Media dan Publikasi
~ MATA NAJWA DAN MISTERI REKLAMASI~
( 100 Hari Anies-Sandi memimpin DKI)
Karena permintaan kawan, saya akan mencoba mengupas Mata Najwa tadi malam yang acaranya sudah pindah ke Trans-7.
Tetapi ibarat "Onta" pindah kandang, Mata-nya tentu saja masih tetap milik "Onta" yang sama , begitu juga kalau Mata-nya milik "Babi, Babinya tetap saja Babi yang sama", hanya kandangnya yang berbeda tapi selera kemungkinan besar masih sama.
Kandang di Trans-7 mungkin sedikit lebih wangi karena pemilik Trans-7 tidak ikut terjun langsung ke pertarungan politik praktis, walaupun saya yakin tetap masih di belit unsur kepentingan.
Menonton Mata Najwa tadi malam, saya sependapat dengan banyak sahabat, Uda Karni Ilyas jauh lebih baik dan kelihatan berkelas membawakan Acara Talk Show Live Indonesia Lawyers Club yang selama ini dianggap menjadi saingan Mata Najwa.
Biarpun dengan suara berat yang serak dan intonasi yang sering tertahan di ujung tenggorokan, tapi Uda Karni benar-benar bertindak sebagai Presenter yang mencari jawaban sekaligus menggali informasi dari Narasumber.
Bukan seperti gaya Nana (panggilan akrab Najwa) tadi malam yang berulang-kali bertanya tapi malah dijawab sendiri.
Paling mengesalkan bagi penonton dan tentu saja bagi Narasumber-nya adalah pertanyaan-pertanyaan yang belum selesai di jawab tapi sudah di susul pertanyaan yang lain.
Sepertinya Nana bukan sedang mencari jawaban apalagi menggali informasi , gaya Nana jadi Presenter justru lebih mirip Jaksa di Persidangan yang mencari-cari celah kesalahan dan lucunya bertindak sekaligus jadi Hakim dengan berusaha membuat kesimpulan sendiri.
Selamat Dek Nana, Mata Najwa tadi malam berubah menjadi Parodi Persidangan picisan dan sepertinya kamu jauh lebih berbakat jadi Penyidik di KPK atau Kejaksaan tingkat kelurahan!
Untunglah tadi malam yang jadi Narasumber adalah seorang Anies Baswedan, Pemimpin cerdas yang tangkas ditambah dengan kemampuan beliau dalam mengendalikan emosi di atas rata-rata orang Indonesia. Biarpun beberapa kali beliau belum selesai ngomong sudah langsung di potong, tapi tetap saja beliau bisa santai dan bersikap plong.
Saya tidak bisa membayangkan kalau Narasumbernya orang yang punya emosi labil dan sombong, misalnya Ahok yang di perlakukan begitu?
Mungkin saja kata-kata, "tai, nenek lo, bangsat" akan langsung berhamburan dan menyembur kemana-mana bercampur jigong, bukan hanya ke mata tapi ke muka, gigi dan telinga Dek Nana. Atau kalau gaya Nana tadi malam dia lakukan dengan Narasumber yang punya perbendaharaan kata terbatas, misalnya Haji Siregar KW Dua, saya yakin semua orang di studio akan ikut mendadak bego, karena Narasumbernya akan lebih banyak planga-plongo ?
Kalau saya tidak salah, saya pernah menonton episode Mata Najwa dengan Narasumbernya Ahok dan Haji Siregar KW Dua, tapi saya melihat di eposide-episode tersebut Nana justru lebih mirip seorang Stand Up Komedian, pertanyaannya sangat ringan dan lebih sering memancing untuk mendapatkan jawaban guyonan dan tepuk tangan, mirip acara reuni ibu-ibu arisan yang saling memuji bedak dan perhiasan.
Baiklah, mungkin saja Mata Najwa belum bisa move on seperti si Ananda Sukarlan yang nyinyirnya keterlaluan ; musibah gempa di sekitar Jakarta saja di jadikan bahan candaan, khas Kelompok Double-Kotakers yang logikanya sering kebolak-balik karena Otak mereka seringkali melorot dari Kepala ke Tempurung lutut atau malah terjatuh ke kaki karena rasa iri dan dengki kepada Anies-Sandi.
Saya juga sepakat, mulai sekarang Mata Najwa lebih cocok berganti nama jadi Congor Najwa, sepertinya lebih meyempurnakan jiwa-mu, Dek Nana.
Bagaimanapun tadi malam ada sedikit segmen yang cukup menarik, dan kita harus berterima kasih secara khusus untuk Talk Show Mata Najwa ini, yaitu potongan wawancara Alfito Deannova Gintings dengan Oppung sang "Jenderal Segala Medan".
( silahkan tonton di https://youtu.be/Sodh7vE0jPg)
Sedikit menarik karena gaya arogansi dan pembelaan berlebihan Oppung terhadap reklamasi justru membuat banyak orang makin curiga, orang ini dapat apa?
Sangat tidak masuk akal sampai Rizal Ramli, Menko Maritim yang berani memoratorium Reklamasi harus tersingkir dan di gantikan "si Jenderal Segala Medan".
Kalau mendengar keterangan dari Pak Anies secara Undang-Undang, Reklamasi sepenuhnya adalah kewenangan Pemda DKI tapi kenapa Pemerimtah Pusat sepertinya sangat berkepentingan?
Apakah ada Udang Kecil atau justru UDANG BESAR tanpa huruf "D" , di balik bakwan?
Berulang kali saya tonton kembali wawancara Alfito dengan Oppung di Youtube.
Diwawancara tersebut, saya tertarik dengan statement Oppung mengapa dia habis-habisan membela proyek reklamasi, alasannya karena secara pribadi malu kepada cucu-nya kelak kalau sampai di salahkan merusak iklim investasi di Negeri ini.
Pernyataan yang menurut saya sangat aneh dan ajaib, Pertama Proyek Reklamasi sama sekali tidak mewakili Investasi yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat.
Kedua, Proyek Reklamasi setahu saya bukan kepentingan Oppung pribadi, kenapa harus merasa malu dan dianggap aib pribadi ?
Kalaupun dianggap aib, justru beban kesalahannya di Pundak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Pak Anies-Sandi.
Tentu saja kecuali ada Udang Kecil apalagi UDANG BESAR tanpa huruf "D", yang harus di pertanggung jawabkan,ceritanya akan jadi berbeda.
Tapi saya yakin seperti kata Oppung di Wawancara tersebut, beliau sudah sangat cukup kaya untuk ukuran Prajurit, kalau boleh saya tambahkan bahkan untuk ukuran Pejabat, Karena Perusahaan Oppung bertebaran di Bumi Kalimantan ini.
(http://m.bisnis.com/industri/read/20131103/44/184423/inilah-16-perusahaan-milik-luhut-pandjaitan).
Tapi jangan lupa, Bill Gates sekalipun masih tetap butuh uang,kawan!
Kalau menurut saya, Proyek Reklamasi harus di ungkap terang-benderang karena sepertinya penuh dengan misteri, berulang kali melanggar aturan misalnya belum punya IMB, tapi sudah mendirikan bangunan bahkan sudah di perjual belikan sampai ke Luar Negeri.
Belum lagi Sertifikat tanah nya yang secara ajaib bisa selesai dalam satu malam.
(https://m.detik.com/news/berita/d-3619873/ini-alasan-bpn-cepat-keluarkan-sertifikat-hgb-reklamasi-pulau-d).
Alasan BPN ingin memberikan perubahan dalam pelayanan sangat memuakkan, Sialan...apa kalian pikir rakyat begitu bodoh untuk melihat UDANG BESAR tanpa huruf "D" di balik Bakwan?
Sebagai penutup buat Oppung, saya akan kasih tau apa itu aib yang memalukan?
Sebagai salah satu orang penting di rezim ini, kau wajib ikut menanggung malu atas tragedi Kejadian Luar Biasa (KLB) Busung Lapar di Papua.
Jadi tolong rasa malu kalian wahai para Pejabat untuk kepentingan semua rakyat, bukan hanya untuk segelintir konglomerat.
Kalian di sumpah untuk melayani rakyat di negeri ini bukan bertindak arogan atas nama kekuasaaan, apalagi sampai berbuat sewenang-wenang hanya karena uang.
#KamiBersamaAnies_Sandi
#KomunitasKomunikasiCintaIndonesia
Dari status fb Azwar Siregar (yg diarang tayang oleh Markzuker Bekker)
MENJADI AYAH HEBAT (BELAJAR DARI NABI IBRAHIM)
by : bendri jaisyurrahman (twitter/IG : @ajobendri)
1. Tersebutlah tokoh pengasuhan dalam Alquran. Dimana keluarganya ditinggikan atas seluruh insan (3:33). Dialah ibrahim, ayah teladan
2. Di tengah kesibukan sebagai nabi, tetap peduli terhadap anak istri. Meneruskan iman dari generasi ke generasi
3. Meski pulang setahun sekali, bukan berarti jadi ayah yg tak peduli. Urusan mengasuh anak tetap dilakoni. Terbukti 2 dari 12 anaknya adalah nabi
4. Dialah Abu al anbiya. Seluruh keturunannya menjadi manusia mulia. Hingga kita perlu belajar kepadanya bagaimana seharusnya menjadi orangtua
5. Dari ishaq anaknya, lahirlah sosok ya'qub hingga yusuf yg mempesona. Dari ismail buah hati tercinta, berabad-abad kemudian lahirlah Muhammad, manusia termulia
6. Untuk bisa mencetak anak semulia Ismail, maka belajarlah menjadi orang tua sekualitas ibrahim. Mengasuh anak harus terampil tak bisa sim salabim
7. Ibrahim memberikan bukti, bahwa tanggung jawab ayah bukan sekedar mencari sesuap nasi. Tapi juga peduli dalam mengasuh anak bersama istri
8. Ibu memang madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Maka jadilah ayah kepala sekolah bukan penjaga sekolah
9. Kepala sekolah tugasnya menyamankan sekolah. Inilah yang dilakukan ibrahim saat mula-mula mencari tempat tinggal bagi keluarganya (14:35)
10. Jika sekolah nyaman, maka siswa pun belajar dengan fun. Itulah kenapa suami harus bisa nyamankan istri agar ia bisa asuh anak dengan suka hati
11. Sebagai kepala sekolah, ibrahim punya visi misi (14:35-37). Hajar sebagai ibu jalankan tugas sesuai juklak tanpa merasa ragu
12. Saat kembali ke rumah, Ibrahim total jalankan misi mengasuh. Anak sering diajak ngobrol seraya jwa hadir secara utuh
13. Perintah Allah disampaikan secara santun. Anak menerimanya tidak dengan manyun. Taat dalam kondisi apapun (37:102)
14. Anak yang tak pernah diajak bicara, taat karena terpaksa. Saat lepas dari orang tua merasa merdeka. Langgar agama tak takut dosa
15. 'Bagaimana pendapatmu nak?' Inilah kalimat sakti seorang ayah, yang hargai anaknya. Meski anak masih belia tetap punya hak untuk ditanya
16. Ayah hebat Ibrahim, cari tempat tinggal tidak main-main. Lebih memilih jauh di ujung berung asal dekat dengan masjid tempat bernaung (14:37)
17. Sebab, jika anak terbiasa bermain dekat masjid, jiwanya dekat dengan Allah Al Majid. Jika dekat dengan mall atau pasar, syahwatnya makin liar
18. Maka, jangan sembarang cari tempat tinggal. Karena jika tidak, rencana pengasuhan sebaik apapun berpotensi gagal
19. Akhlaq Ibrahim juga jadi teladan. Tak berbeda apa yang dikerjakan dengan yang dikatakan. Sebelum mengajar anak, ia memulai duluan (14:40-41)
20. Anak belajar dari apa yang dilihat ketimbang apa yg didengar. Lisan menyuruh untuk sholat namun kadang ayah sendiri suka melanggar
21. Terakhir, saat jauh terpisah dari ananda tak pernah alpa merangkai doa. Anak terikat hatinya sebab dijaga oleh Allah Penguasa Semesta
22. Ibrahim merangkai doa dari negeri sebrang. Berharap iman dalam jiwa anak tak pernah hilang. Inilah sosok ayah penyayang
23. Jika jarak telah memisahkan, biarkan doa yg menyatukan. Sebab doa senjata orang beriman. Inilah rahasia kesuksesan ayah teladan
24. Maka tak ada alasan karena sibuk bekerja, abai dalam urusan rumah tangga. Justru lelaki mulia diukur dari kemanfaatan di dalam keluarga
25. Mari belajar jadi ayah hebat dari Ibrahim agar lahir generasi sekualitas ismail. Jika peran ayah minim, bagaimana mungkin negeri kita berhasil?
26. Ini sekedar bahan renungan. Tak ada maksud untuk menyalahkan. Jika salah mohon dimaafkan. Silahkan share jika berkenan.
Salam (bendri jaisyurrahman)
Macam-macam software ppob yang dapat ditemukan di pasaran. Mulai yang berbayar hingga yang gratisan. Salah satunya adalah bebas bayar. Bebas bayar ini adalah program pembayaran online berbagai corak tagihan yang bisa kamu dapatkan secara gratis. cara mendaftarnyapun sangat mudah. kamu dapat langsung menghubungi nomor di bawah untuk mendapatkan informasinya.
selain bebas, bebas bayar pun sangat komplit. jangan sampai anda harus install banyak aplikasi hanya karena aplikasi yang anda mengenakan kurang lengkap fitur-fiturnya. silahkan anda hubungi nomor di bawah dan kalau sendiri secara gratis program ini.
Setiap orang tidak sudah tahu kejadian di periode mendatang. apakah besok kita masih sanggup bekerja atau sakit. apakah sakit hanya sebentar atau lambat. karena itu selagi sehat, selagi punya keluangan, selagi kuat, kita harus berikhtiar menumbuhkan sebuah usaha dagang yang mampu memberikan passive income kepada kita.
Beragam strategi memperoleh passive income, salah satunya adalah bersama menumbuhkan jaringan usaha dagang pembayaran online. Kenapa? karena pulsa dan jasa pembayaran tagihan adalah produk yang kali ini statusnya sekelas dengan kebutuhan primer. setiap bulan, orang mesti akan mengonsumsinya. tinggal masalah mereka akan menggunakan produk layanan siapa. Apakah dari kita atau dari kompetitor yang lain.
Bebas bayar memungkinkan semua orang untuk mendapatkan bisnis pulsa sendiri. dan enaknya lagi, walaupun mereka menginstall aplikasi sendiri dan menunaikan lalui software mereka sendiri, kamu masih mempunyai komisi dari tiap transaksinya. Inilah penyebab passive income kita di periode mendatang ketika jaringan kita sudah tumbuh berkembang.
Teknologi membuat segalanya semakin mudah. Termasuk dalam urusan keuangan. kini, anda dapat membawa uang hingga milyaran rupiah kemana saja tanpa takut hilang. Karena uang kamu aman tersimpan dalam bentuk dompet digital. bidang usaha financial technology atau fintech lama-lama akan semakin menjadi tren masyarakat sehingga peluang bisnis di bidang usaha ini sangatlah cerah masa depannya.
Salah satu usaha dagang fintech yang ada di indonesia kali ini adalah bebas bayar. selain bisa dimanfaatkan sebagai dabal digital, anda juga membutuhkan bebas bayar untuk menuntaskan berbagai bentuk keperluan kamu seperti booking tiket pesawat, melakukan order tiket kereta api, membeli pulsa atau token listrik. semua dapat dikerjakan hanya via sebuah smartphone saja. Tunggu apa lagi? Bergabunglah sama bebas bayar dan raih bidang usaha fintech kamu sendiri secara siap saji.
Ingin punya bisnis tapi tak butuh lagi harus meninggalkan anak-anak? ada banyak sekali ide bisnis dari rumah yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga, anak sekolah atau siapa saja. Salah satunya adalah bidang usaha pulsa dan ppob. Selain karena biayanya sedikit, hanya memanfaatkan handphone saja, menjalankan bidang usaha ini pula tidak memanfaatkan keahlian privat.
Kemajuan Teknologi akhir-akhir ini adalah sebuah peluang ideal bagi usaha dagang tiket pesawat dan kereta api. Kita sadari sendiri, semakin hari semakin banyak konsumen Dunia Online sehingga kebutuhan pulsa data pun semakin besar. jikalau dulu pulsa hanya untuk telpon atau sms, sekarang orang butuh pengisian paket data. perkembangan jaringan Dunia Online yang semakin besar hingga ke pelosok-pelosok juga merintis kesempatan untuk merintis bidang usaha pembayaran tagihan. apalagi di daerah yang masih terpencil, untuk memberi listrik saja harus menempuh jarak yang cukup jauh. maka, bidang usaha pembayaran tagihan tentu merupakan pilihan yang jitu.
Menjalankan bisnis tapi tidak perlu harus meninggalkan rumah? ada banyak sekali ide bidang usaha dari rumah yang sanggup dikerjakan oleh IRT, anak sekolah atau siapapun juga. Antara lain adalah bisnis pembayaran online. Selain karena modal awalnya murah, hanya menggunakan handphone saja, menjalankan bidang usaha ini pula tidak menggunakan kepandaian spesial.
Pertumbuhan Teknologi belakangan ini adalah sebuah peluang besar bagi bisnis fintech. Kita tahu sendiri, semakin hari semakin banyak konsumen Teknologi Informasi sehingga kebutuhan pulsa data juga semakin besar. jikalau dulu pulsa hanya untuk telpon atau sms, sekarang orang butuh pulsa data. perkembangan jaringan Internet yang semakin besar hingga ke pelosok-pelosok pula merintis peluang untuk menjalankan bisnis pulsa dan ppob. apalagi di daerah yang masih terpencil, untuk mengimpaskan listrik saja harus melalui jarak yang cukup jauh. maka, bisnis pembayaran tagihan tentu merupakan pilihan yang jitu.
Untuk memperluas jaringan bidang usaha bebas bayar, maka kami memerlukan sebanyak mungkin agen dari berbagai kota di indonesia. untuk menjadi agen bebas bayar caranya gampang banget. kamu hanya butuh memiliki sebuah smartphone saja dan menginstall software kami. jika tidak memiliki smartphone, anda masih bisa bertawaran oleh memakai sms. Modal yang diperlukan untuk membangun bisnis ini pun sangatlah kecil. hanya oleh rp. 10. 000 saja kamu sudah dapat mulai membuka bidang usaha tiket dan pembayaran.
Selain modal yang kecil, bebas bayar pun tidak mewajibkan ada minimum saldo. artinya, semua modal yang kamu tempatkan dapat digunakan semua 100%, enak banget bukan? maka, segera pergunakan agen bebas bayar di Kabupaten Sumba Timur atau kota lain sekitar kamu.
Teknologi membuat segalanya semakin mudah. Termasuk dalam urusan financial. kini, kamu dapat membawa uang hingga milyaran rupiah kemanapun tanpa takut hilang. Karena uang kamu aman tersimpan dalam bentuk dompet digital. bisnis financial technology atau fintech lama-lama akan semakin menjadi tren masyarakat sehingga peluang usaha di usaha dagang ini sangatlah cerah waktu depannya.
Salah satu bidang usaha fintech yang ada di indonesia saat ini adalah bebas bayar. selain mampu dimanfaatkan sebagai kampit digital, kamu pun memanfaatkan bebas bayar untuk melunasi berbagai seperti keperluan kamu seperti melakukan order tiket pesawat, membeli tiket kereta api, melakukan order pulsa atau token listrik. semua dapat dikerjakan hanya lewat sebuah smartphone saja. Tunggu apa lagi? Bergabunglah atas bebas bayar dan raih usaha dagang fintech anda sendiri secara siap saji.
Membuka bisnis tapi tak diperlukan lagi harus pergi dari anak-anak? ada banyak sekali trik usaha dagang rumahan yang sanggup dilakukan oleh IRT, anak kos atau siapapun juga. Antara lain adalah bidang usaha pembayaran online. Selain karena modalnya murah, hanya memanfaatkan smartphone saja, menjalankan bisnis ini pula tidak menggunakan keterampilan spesial.
Kemajuan Teknologi Informasi belakangan ini adalah sebuah peluang besar bagi bisnis fintech. Kita tahu sendiri, semakin hari semakin banyak pengguna Dunia Online sehingga keperluan pulsa data pun semakin besar. jika dulu pulsa hanya untuk telpon atau sms, sekarang orang butuh pulsa data. perkembangan jaringan Internet yang semakin luas hingga ke pelosok-pelosok pun menjalankan peluang untuk menjalankan usaha dagang tiket dan pembayaran. apalagi di daerah yang masih terpencil, untuk menyelesaikan listrik saja harus menempuh jarak yang cukup jauh. maka, usaha dagang pulsa dan ppob tentu merupakan pilihan yang terbaik.
Teknologi dapat memberikan kemudahan pada semua orang untuk mengerjakan bermacam-macam secara lebih hemat waktu dan tenaga. Saudara bisa mengerjakan apapun juga semisal bersenda gurau dengan famili, membaca issue sampai beraktifitas membeli product apa saja dari kota manapun. Misalnya para sahabat dari Kabupaten Musi Banyuasin berharap memesan kemeja buatan Dubai, maka cukup terhubung dengan Dunia Online dan buah tangan itu saat itu juga dikirim ke tempat para sahabat.
Hal yang sama juga terjadi dalam hal kewajiban bulanan. Teknologi telepon cerdas tak disangka mampu membantu untuk orang-orang pada waktu menunaikan kewajiban bulanan apa saja. Misalnya anda harus menunaikan tagihan Cicilan Motor di Kabupaten Musi Banyuasin, maka cukup mainkan telepon cerdas, buka softwarenya dan tagihan andapun tertunaikan seketika itu juga. Tak diperlukan lagi capek antri di bank-bank, Tak diperlukan lagi berpeluh meninggalkan rumah, mungkin di kamar tidur memungkinkan.
Untuk itu, silahkan kita menghubungi agen kami di Kabupaten Musi Banyuasin untuk mendapatkan informasi aplikasi canggih yang akan mempermudah hidup sobat mulai hari ini hingga bertahun-tahun yang akan datang.
Hubungi: TaufanUntuk mengembangkan jaringan usaha dagang bebas bayar, maka kami memerlukan banyak agen dari berbagai kota di indonesia. untuk menjadi rekan bebas bayar caranya sangatlah mudah. kamu hanya butuh memiliki sebuah handphone saja dan menginstall peluang bisnis kami. bila tidak memiliki smartphone, kamu masih bisa berbisnis sama memanfaatkan sms. Modal yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis ini pun sangatlah kecil. hanya dengan rp. 10. 000 saja kamu sudah mampu mulai merintis usaha dagang pulsa dan ppob.
Selain modal yang kecil, bebas bayar juga tidak mengharuskan ada minimum saldo. artinya, semua modal yang anda letakkan dapat digunakan semua 100%, enak banget bukan? maka, segera mainkan agen bebas bayar di Kabupaten Sigi atau kota lain sekitar kamu.
Memulai bisnis online itu seyogyanya sangat mudah dan resikonya pun sangatlah kecil. karena modal usaha dagang online itu sesungguhnya hanya kata-kata saja. Andaipun ada kebutuhan untuk pemasaran, itu masih sangat murah dibandingkan bidang usaha konvensional. Bayangkan, untuk mainkan toko saja, anda butuh kebutuhan untuk jutaan rupiah. sebaliknya belum biaya pemasaran itu. sementara kalau di bisnis online, cukup beli lingkungan seharga 150 ribu kamu sudah dapat memulai bisnis.
Karena itulah, kamu butuh mulai belajar berbisnis online. salah satu bisnis yang dapat dijalankan dengan Teknologi Internet adalah bebas bayar. Hampir semua leader yang sukses, memerlukan Internet untuk mengembangkan jaringan bisnisnya. karena mayapada online akan dapat menembus ruang dan wilayah sehingga akan dapat menyentuh lebih banyak pelanggan.
Untuk meluaskan jaringan bidang usaha bebas bayar, maka kami menggunakan banyak agen dari berbagai kota di indonesia. untuk menjadi perwakilan bebas bayar caranya mudah sekali. anda hanya perlu memiliki sebuah smartphone saja dan menginstall program kami. apabila tidak memiliki handphone, anda masih mampu bernegosiasi dengan memakai sms. Modal yang diperlukan untuk mengembangkan bidang usaha ini pun sangatlah kecil. hanya bersama rp. 10. 000 saja anda sudah dapat mulai merintis bidang usaha pembayaran tagihan.
Selain modal yang kecil, bebas bayar pula tidak mengharuskan ada minimum saldo. artinya, semua modal yang anda taruh dapat digunakan semua 100%, enak banget bukan? maka, segera jalankan agen bebas bayar di Kabupaten Jayawijaya atau kota lain sekitar anda.