Jumat, Juli 31, 2009

ORANG BODOH VS ORANG PINTAR

By Mario Teguh

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis...
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja.
Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).
oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya.
Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.
Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.







Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar.
Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar 'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).
Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.
Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.
Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

KESIMPULAN:
Jangan lama-lama jadi orang pinter,
lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha',
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,
selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.

Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk
selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh...

Dimanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.

Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...


Stay Super.....
Salam,
Mario Teguh...

Rumah dijual




plazamuslim.com

Selasa, Juli 28, 2009

Hati-hati Password dan PIN anda

Beberapa waktu lalu, email di gmail saya gak bisa diaccess.
Selalu minta password, padahal password saya betul, gak salah.
Karena saya menyimpannya di sebuah file tersembunyi.
Setelah saya masuk ke recovery page dan diminta untuk mengirim recovery ke secondary email, baru bisa.
Lucu, kok password lamanya bisa berubah.
Padahal password saya lumayan agak panjang.
Tidak berbentuk kata-kata.
Tambahan angka
Juga ada simbolnya.
Aneh, kok bisa gitu yah???





Tanya tanya ke teman IT, mungkin memang ada yang iseng.
Halah, kok yah iseng sama saya, emang penting apah???
Dasar, tapi setelah diperiksa oleh teman saya itu, memang ada yang berusaha masuk, dan sudah masuk, tapi belum sempat merubah secret questionnya.
IP addressnya siy dari Indonesia.
Saya sampe heran kok temen saya bisa tau yah.
Semoga saya terhindar dari hal ini lagi.
Sempet pusing soalnya.

Untuk menghindari biasakan,
1. Buatlah password yang agak panjang, lebih dari 14 karakter boleh tuh, agak panjang siy, tapi mungkin untuk meng crack nya juga rada susah.
2. Hindari password yang ada kaitannya dengan anda, misalnya nama istri, anak, ayah, ibu, selingkuhan atau tanggal lahir mereka.
3. Jangan lupa kombinasikan dengan angka.
4. Juga tambahkan simbol, misal * - +
5. Biasakan mengupdate password berkala, rubah, supaya tidak ketahuan.

Semoga bermanfaat

Rumah dijual


plazamuslim.com

Jumat, Juli 24, 2009

Jualan Kok Gak Punya Kembalian....

Ada baiknya anda yang mau membaca tulisan saya ini punya prasangka baik, bukan untuk menjelekkan, karena ini pure murni curhatan saya.
Rabu lalu saya menemani anak saya pergi belanja, ke pasar, di daerah RS Fatmawati.
Beli buku tulis, atk dan sekalian cari crayon untuk keperluan ekskul menggambarnya.
Katanya untuk kegiatan ekskul di sekolah.

Agak kaget dengan keadaan di sana, karena keadaan pasar beda dengan mall, tapi dia yang milih...(gak papa lah biar tau juga).

Masih relatif pagi tapi, tapi beberapa toko buku dan toko atk sudah buka.
Masuk ke toko dan selesai memilih, akhirnya sepakat juga harganya(saya gak nawar, biarpun tau barang itu lebih mahal dibanding harga yang saya lihat di mall sebelumnya, males nawarnya...)

Saya keluarkan uang 100 ribuan, karena memang semua uang di dompet bentuknya sama semua,
" Wah, gak ada kembaliannya pak, masih pagi, penglaris niy bapak." kata si penjaga toko, atau siapalah, pokoknya dia yang melayani saya dan anak saya.

What would you do if you were me???
Marah atau gimana?
Kesal atau biasa aja?




Kalo saya siy, bete, karena, sepertinya tidak menghargai rejeki yang datang...masya allah.
Ini murni dari pemikiran saya saja, maklum saya punya pengalaman juga punya toko yang melayani retail.
Saya selalu berusaha mengembalikan setiap sen yang menjadi hak dari pembeli, mau dia beli cuma seribu dengan uang pecahan 50ribu atau 100ribuan, itu mah hak si pembeli, kita, wajib mengembalikan uang kembalian.
Saya juga berusaha untuk tidak memberikan kembalian berupa permen.
Semua siy, karena saya tidak ingin dibegitukan.

Back to the conversation...

" Wah, uang saya begitu semua mbak." jawab saya
Si mbak tadi juga bingung, air mukanya agak berubah, kayaknya kesal, entah kenapa??
Apa salah saya yah, belanja di toko ini
" Pak, kenapa?"tanya anak saya.
" Gak ada kembaliannya kak."jawab saya sambil menunjuk ke arah kursi, meminta supaya dia duduk saja.
20 menit berlalu, semakin bingung saya di toko itu, karena memang gerah, dan mau ngapain lagi?
Anak saya sudah beberapa kali mengajak pulang, dan saya bilang, kita tunggu kembaliannya dulu kak....
25 menit, akhirnya si pelayan toko datang, agak berpeluh dan mukanya malah agak merengut.
Mungkin karena pagi pagi sudah harus wara wiri cari uang untuk kembalian.

Akhirnya saya dan kakak berlalu, tiba tiba kakak ngomong begini, " Pak, kok toko itu jualan gak ada kembaliannya?
Aouw...itu datang dari anakku, berumur mau 8 tahun, dia juga punya pertanyaan yang sama dengan saya,sambil meneruskan jalan ke arah motor saya cuma mengangkat bahu menjawab pertanyaannya dan berkata, " Nah, nanti kalo kakak punya toko sendiri jangan lupa seidkan uang kembalian yah, supaya yang beli gak perlu nunggu terlalu lama, ok?"

Anak saya cuma ngangguk, sambil memakai helmnya..

Pulang deh...

Susah-susah gampang yah jadi pedagang itu.
Sayang kalo karena uang kembalian, ada pelanggan yang kesal, lebih gawat lagi kalo si pelanggan menceritakannya, seperti saya ini, semuanya bisa buyar.
Jadi pedagang harus banyak belajar, supaya makin maju usahanya.

Wah ada pengalaman begini jadi inget waktu ikutan seminar gratis dari coach international,...hehehehe, nanti saya share yah...
plazamuslim.com


113 years old man died in london

Jumat, Juli 17, 2009

Pilih mana, jadi lilin atau lampu neon?







Beberapa hari yang lalu, listrik di rumah saya tiba tiba mati.
Kejadian di pagi buta cukup membuat ramai rumah.
Karena ketiga anak kami yang sedang terlelap tidur terbangun, karena udara yang tadinya sejuk oleh hembusan AC menjadi gerah.
Saya dan istri berusaha menenangkan mereka dengan mengipasi badan mereka secara manual.
Pake kipas dan kertas karton.

plazamuslim.com

Untuk menerangi saya menyalakan lilin.
Kebetulan rumah kami tidak dilengkapi emergency lamp yang bisa diisi ulang baterainya.

Untungnya tidak lama hanya setengah jam, listrik kembali menyala.
Lilin pun kembali dipadamkan.

Alhamdulillah ada lilin, jadi masih ada penerangan sementara, tidak gelap gulita.
Saya melihat lilin yang tertinggal di kamar dan meja makan juga ruang tengah, tinggal setengah dari bentuk awalnya.
Kasian juga yah lilin, bisa memberi manfaat tapi dirinya juga terbakar.

Gak mau ah kalo jadi lilin.
Ini namanya rugi.
Masak memberi manfaat tapi habis terbakar.
Meleleh...

Mending jadi nenon, memberi penerangan tapi tetap ada, walaupun memang suatu saat bisa saja harus diganti karena tidak bisa menerangi lagi.

Tapi paling enak jadi matahari kali yah???

Hehehehehe..

Mending mana, jadi lilin, lampu neon ato matahari???
Silahkan....


Mau belajar Dasar-dasar Penulisan Buku, Menghancurkan Blocking Mental, Mengenal Industri Buku dan Penerbit, Cara Menembus Penerbit, Menemukan Ide Sesuai Selera Pasar, Merancang Kerangka Tulisan, Mengenal METODE penulisan 12 PAS, baca di sini yah..

Lihat Liputan Pelatihan Bulan Maret 2009, di sini

rumah dijual 

Belajar Wordpress GRATIS di sini...

Belajar Bisnis Online