Siasat Enyahkan
Stres dalam 5 Menit
| Siapa yang dapat menghindari stres? Hampir tidak ada, bahkan anak-anak pun
bisa stres, bagaimana dengan orang dewasa yang begitu banyak masalah? |
|
|
Pekerjaan yang tidak selesai pada waktunya, bos atau klien yang rewel
cukup menjadi sumber tekanan bagi setiap orang. Cara menghilangkan stres tak
harus ke spa yang mahal atau berlibur ke luar negeri yang menguras tabungan
(bisa-bisa pulang liburan malah tambah stres karena cadangan dana menipis
drastis!). |
Ada cara
sederhana dalam lima menit yang dapat mengeliminasi stres. Ingin tahu
apa saja? Ini dia:
|
|
1. Tekan
kening dengan jari-jari
|
Saat merasa
pusing karena beban pekerjaan memuncak, tak jarang kita suka menekan-nekan
kening dengan jari-jari. Tahukah Anda, kebiasaan ini positif, karena saat
menekan dahi selama 3-5 menit berarti Anda memijat saraf. Ini semacam
teknik akupresur karena titik saraf di dahi jika ditekan akan membuat
bagian tubuh lain terasa rileks.
|
|
|
2. Hangatkan tangan
|
Tahu tidak, stres ternyata membuat kita merasa
kedinginan, apalagi di ruangan ber-AC, itu menurut Bradley Frederick, D.C,
Direktur The International Institute of Sports Medicine di Los Angeles. Coba celup tangan Anda di
air panas selama beberapa menit. Setelah tangan dikeringkan, pakai kedua
tangan untuk memegang mug atau gelas berisi teh atau kopi panas. Nah, lebih
enakan kan?
|
|
|
3. Gigit pensil/pena
|
Saat Anda stres, secara tak sadar mungkin menggigit
pensil, pena atau barang apapun yang sedang Anda pegang. Ternyata aktivitas
ini bermanfaat. Saat Anda menahan pensil dalam mulut dengan gigi (jangan
gigit terlalu keras) akan membuat ott wajah menjadi lebih rileks sehingga
mengurangi stres, demikian menurut Fred Sheftell, M.D., Direktur The New
England Center for Headache, Connecticut, AS.
|
|
Stres
Bisa Dikelola kok...
Siapapun bisa terkena stres, tak
terkecuali. Saat kondisi tertekan, kita mudah marah, gampang tersinggung,
hingga menuntun pada berbagai macam penyakit. Stres membuat tubuh memproduksi
hormon adrenalin,
senyawa yang termasuk dalam kelompok amine. Senyawa ini bisa menjadi penyebab
seseorang yang sensitif terhadap amine jadi rentan terserang sakit kepala
sebelah alias migrain.
Apa lagi dampak negatif stres? Dalam jangka panjang, stres yang tidak terkendalikan akan
memicu naiknya tekanan darah dan risiko terkena serangan jantung meningkat.
Stres juga dapat menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini yang
membuat pembuluh arteri tersumbat sehingga penderitanya rentan terhadap
serangan jantung atau lazim kita sebut stroke.
Stres juga menyebabkan tubuh gampang lelah dan tak bertenaga.
Ini karena hormon
serotonin dan melatonin terganggu saat tubuh sedang stres.
Perlu Anda tahu, kedua hormon ini pegang peran utama agar Anda bisa tidur
nyenyak. Kondisi sulit tidur akan memicu
naiknya hormon kortisol dalam tubuh. Akibatnya, mata sulit dipejamkan alias
mengidap insomnia
Stres tak hanya membuat Anda menderita
secara psikis, namun juga berimbas ke fisik, misalnya gangguan lambung seperti
sakit maag.
Sakit maag muncul karena produksi asam lambung berlebih.
Nah, saat Anda stres, tubuh akan memproduksi asam lambung dalam jumlah di atas
normal dan juga mengikis lapisan lambung atau mukosa, yang pada akhirnya
menimbulkan rasa perih, yang kita kenal sebagai sakit maag tadi.
Jika Anda terlanjur kena sakit maag, masalah ini dapat
diatasi dengan minum obat sakit maag, yang bekerja menetralkan asam lambung
berlebih sehingga gejala sakit maag cepat teratasi sebelum menjadi parah.
Meski hampir mustahil seseorang
di dunia ini tak pernah kena stres, namun setidaknya hal itu bisa kita kelola,
bahkan diminimalkan. Kuncinya: Anda harus dapat mengantisipasi agar stres
jangan sebagai biang penyakit yang menyiksa jiwa dan pikiran.
Coba ikuti tiga cara efektif mengelola
stres berikut:
|
|
|
1.
Khasiat aromaterapi
Meski cuma aroma, efek aromaterapi diyakini bisa menenangkan pikiran
seseorang. Lavender misalnya, diyakini bisa membawa ketenangan. Sementara
citrus menghadirkan keceriaan
2.
Kembali ke alam
Kesibukan dan kehidupan yang serba cepat di kota metropolitan bisa
menyebabkan stres. 'Lari' sejenak dari hiruk-pikuknya kota bisa Anda lakukan
untuk menenangkan diri. Pilih suasana desa yang sejuk dan masih bebas dari
polusi yang akan membuat Anda lupa sejenak dengan masalah yang membelit
3.
Pijat refleksi
Pijatan di titik tertentu pada kaki diyakini bisa membuat tubuh rileks. Titik
tertentu di telapak kaki berhubungan dengan organ tubuh. Jika organ ini
sakit, konon dengan pijatan di titik tertentu pada kaki akan ketahuan.
|
|
Tidak begitu sulit 'kan?
'Bertemanlah' dengan stres dengan pintar-pintar mengelolanya!
Impoten
karena Stres Pekerjaan
Jika kita betul-betul tidak menikmati stres yang muncul dalam kehidupan sebagai
tantangan, stres itu akan menekan dan mempengaruhi kekebalan tubuh dan mental,
juga tingkat-tingkat energi serta keadaan pikiran kita sehingga mempengaruhi
mutu kehidupan. Persaingan ketat di arena
pemasaran produk sudah sangat ketat. Bayangkan, dari satu jenis barang saja,
seperti pasta gigi, kita melihat sudah berapa banyak merek yang beredar dan
betapa ketat persaingan harga yang dipasang.
Yadi (bukan nama sebenarnya) terkenal sebagai top sales yang luar biasa.
Bagaimana tidak? Sebagai orang muda yang dinamis, pekerjaan jadi sales sudah
dia lakukan sedari duduk di perguruan tinggi, ketika ia banyak memasarkan
barang kebutuhan harian yang mudah laku pada teman-teman kuliahnya.
Sampai saat ini, dia sudah malang
melintang di dunia pemasaran hampir separo umur hidupnya yang sudah mencapai
kepala empat.
Seperti kata
pepatah, "Semakin tinggi kita berada, semakin keras angin bertiup."
Nah, pepatah itu yang sekarang Yadi alami dalam hidupnya.
Dulu Yadi hanya seorang anak buah. Seandainya target pemasaran tidak dicapai,
ada manajer yang akan menutupi supaya pembukuan selalu beres dan target gol.
Sekarang Yadi sudah menjadi general manager perusahaan eceran yang merajai
pasar di seluruh pelosok kota maupun desa.
Sebagai bos, dia menikmati arti fasilitas yang diberikan perusahaannya, yaitu
rumah di kompleks perumahan mewah serta mobil sedan yang siap dipakai dan
terasa sudah menjadi milik sendiri walaupun di surat mobil tertera mobil milik
perusahaan. Istri yang cantik, dua orang remaja putri yang terpenuhi segala
keperluannya mewarnai kehidupan Yadi yang tampak berseri.
Kelelahan Pikiran
Belakangan ini, Yadi punya rahasia kecil di hati yang dia simpan sendiri.
Kadang-kadang, tatkala dia bisa sampai di rumah di bawah jam sembilan malam,
sesudah mandi dan makan malam yang sudah langka dilakukan di rumah mengingat
jam keberadaannya di rumah hampir selalu larut malam, dia berusaha memberi
nafkah batin kepada istrinya yang juga sudah jarang dilakukan. Badan dan
pikirannya sangat lelah didera pemikiran untuk mencapai target-target pemasaran
setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun yang harus selalu
meningkat. Dalam rumus target pemasaran di perusahaan, tidak ada istilah
menurun, semua harus selalu meningkat!
Kala dia berhubungan intim dengan istrinya, Yadi sering gagal disebabkan si
"buyung" tidak mau diajak bekerja sama. Dia sama loyonya dengan badan
Yadi yang kelelahan, dan pikiran Yadi yang selalu ke angka penjualan. Walaupun
istrinya banyak maklum, sebagai laki-laki muda yang normal, diam-diam Yadi
menyimpan rasa waswas, jangan-jangan aku sudah impoten. Demikian pikirnya!
Atas saran teman-teman dekatnya, Yadi mulai mengonsumsi vitamin tambahan untuk
tujuan yang satu itu, bahkan sengaja titip-titip teman yang ke luar negeri
untuk membeli obat atau vitamin yang lebih top, tetapi tetap saja belum
mendatangkan hasil yang nyata. Yadi kecut juga menghadapi kenyataan itu,
lebih-lebih kala pembukuan menunjukkan macetnya satu dua daerah sasaran andalan
untuk produk tertentu karena target bukannya meningkat, yang terjadi malah
anjlok.
Yadi pun benar-benar merasa tidak
berdaya, terakhir berhubungan intim dengan istrinya yang mulai berkomentar.
"Lho, umur belum setengah abad, kok sudah loyo tidak bisa dipakai."
Kata-kata istrinya itu selalu bergema di relung hati Yadi membuatnya bertambah
frustrasi.
Teman-temannya menyarankan untuk mencobanya metode pamungkas yang mereka
rasakan cukup efektif, yaitu mencoba berhubungan dengan "perempuan
lain". Mereka berpendapat ada kalanya kalau dengan yang di rumah karena
bosan jadi tidak bisa, tetapi dengan orang baru mungkin bisa. Tetapi, Yadi
adalah figur suami setia, dia tidak setuju dengan metode teman-temannya.
Bagaimana mungkin, tanyanya dalam hati juga kepada teman-temannya, dengan istri
yang aku cintai saja tidak bisa, apalagi dengan orang lain. Tetapi, karena
sudah dicoba segala macam obat dan vitamin tetap saja tidak berfungsi, suatu
hari Yadi belajar dari teman-temannya untuk sekadar "mencoba jajan"
rasa kikuk dan rasa bersalah menambah frustrasinya.
Yang terjadi mereka hanya ngobrol ke kiri ke kanan dan Yadi memberi sejumlah
uang kepada gadis muda tersebut, dan pulang dengan kepala yang lebih berat dari
biasanya. Ternyata dengan perempuan lain pun dia gagal.
Ya, impotenlah aku ini, demikian jerit Yadi dalam hati dengan sedih dan putus
asa.
Impoten karena Stres
Mengapa gairah seks menurun atau bahkan hilang, banyak penelitian membuktikan bahwa
keluhan impoten dari seseorang bukan disebabkan oleh masalah dari organ seks
itu sendiri, tetapi lebih banyak faktor penentunya, yaitu pikiran yang
diistilahkan dengan kata "stres".
Banyak laki-laki yang hilang kejantanannya saat melakukan hubungan seks
dikarenakan beban pikiran akibat pekerjaan yang membutuhkan pemikiran yang kuat
dan rumit yang menenggelamkannya ke dalam frustrasi yang berkepanjangan.
Ya, tidak disangkal lagi para suami menjalani kehidupannya sebagai kepala rumah
tangga yang harus bertanggung jawab akan kebutuhan keluarganya, sudah
sewajarnya mereka berusaha untuk selalu maju dalam jenjang prestasi.
Maka ada
ahli yang mengatakan, "Di mana kekuatan dan kenikmatan seks yang
sesungguhnya? Beliau menjawab bahwa itu semua ada dalam otak yaitu
pikiran."
Begitu juga Suardi Tanu dalam bukunya mengatakan, "Pikiran adalah awal
Kebahagiaan."
Bukan rahasia lagi, banyak kasus impoten seorang suami terjadi hanya pada
pasangan resminya, yaitu istri. Tetapi dengan orang lain tetap bisa, dan merasa
baik-baik saja tidak ada masalah. Kenapa bisa terjadi seperti itu?
Tentu saja jawabannya juga sederhana, yaitu karena pikirannya, bukan karena
organ seksnya!
Kesimpulannya adalah pikiran yang menentukan segalanya, jika pikiran tenang
bahagia menciptakan hal-hal positif, segalanya pun bisa berjalan dengan lancar.
Menata Pikiran dengan Relaksasi
Dalam era globalisasi, kebutuhan akan kualitas sumber daya manusia dirasa
semakin meningkat, volume, dan irama kerja yang cepat dan padat serta
pencapaian target yang tepat, menuntut kemampuan penyesuaian diri yang prima
dan dituntut secara optimal guna menjawab tuntutan zaman.
Nah, salah satu alternatif untuk mencapai itu adalah dengan rilaksasi pikiran.
Dengan Rileksasi pikiran gelombang otak bisa mencapai keadaan alfa. Keadaan itu
bisa dilatih sendiri dengan meditasi, tahannut, yoga, olah napas, dan hipnosis
dan sebagainya.
Relaksasi terjadi bila badan kasar (tiga unsur jiwa) istirahat, maksudnya otak
tidak berpikir atau memerintah badan.
Tiga unsur jiwa tersebut, yaitu alat gerak (otot), alat cerna (usus, paru), dan
nalar. Berarti kalau keadaan tenaga luar istirahat. Keadaan itu pada periksaan
menggunakan mesin EEG (Elektro-Ensefalo-Grafi) terlihat dominannya irama alfa.
Yaitu irama setengah lingkaran (sinusoid, tumpul) dengan frekuensi antara 8-12
siklus per detik.
Nah, dengan membiasakan diri relaks, seluruh organ dan hormon- hormon bekerja
optimal terutama endorfin (morfin alami tubuh) yang bisa menaikkan ambang batas
rasa sakit atau ketidaknyamanan membuat tubuh terasa bugar nyaman dan perasaan
bahagia bisa muncul dari tubuh yang sehat.
Relaksasi
Sederhana
Duduk atau berbaring di tempat yang nyaman bisa di rumah atau kantor, buatlah
keadaan senyaman mungkin dengan memberi tahu teman dan mematikan dulu hand
phone (Hp) dan telepon meja, kendorkan ikat pinggang dan bukalah jam tangan,
sehingga keadaan Anda lebih santai dan siap untuk relaksasi dengan urutan
sebagai berikut.
1. Tarik napas dalam yang panjang dengan santai sambil menarik pundak ke arah
atas, dan embuskan perlahan lepas sambil turunkan pundak dan lemaskan seluruh
otot, lakukan tiga sampai delapan kali untuk merilakskan badan Anda.
2. Telapak tangan taruh di pangkuan, bila posisi duduk, kemudian kepala ditaruh
di pundak kanan dengan lembut pindahkan kepala Anda sampai terletak di bahu
kiri dan tahan beberapa saat, sehingga Anda merasakan tarikan otot di bahu dan
leher lakukan sampai delapan kali hitungan.
3. Sekarang relakskan pikiran Anda dengan memandang fokus pada satu titik
pandang yang lurus dengan pandangan Anda, sambil terus bernapas biasa yang
santai (jangan dipaksa untuk bernapas panjang). Setelah dirasa pikiran Anda
mulai santai dan pandangan mulai nanar karena mata ingin dipejamkan, tutuplah
mata Anda sambil niatkan dalam batin, "Saya masuk dalam keadaan relaks
yang damai dan rasa nyaman tercipta untuk dinikmati, membuat seluruh tubuh
terasa nyaman dan pada saat saya mengakhiri relaksasi itu dengan membuka mata,
sehingga rasa segar dan bahagia akan memenuhi sanubari saya."
4. Selesai menjalankan relaksasi, bukalah mata Anda dan renggangkanlah badan,
sehingga otot-otot menjadi lebih nyaman dan siap untuk kembali melakukan
aktivitas.
Secara keseluruhan, rangkaian relaksasi itu membutuhkan waktu antara 10 sampai
15 menit. Itu semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan waktu yang anda
punya, yang penting lakukan relaksasi itu dengan santai dan nyaman pada situasi
dan kondisi yang bisa menunjang pelaksanaannya, dan musik relaksasi yang saat
ini banyak di pasaran dan bisa digunakan untuk memperlancar jalannya kenyamanan
dan menimbulkan rasa bahagia dan damai pada saat mendengarkannya.
Semoga Anda tetap menjadi top ranking dalam karier, diiringi kesuksesan dalam
berhubungan intim dengan pasangan menjadikan Anda pribadi dinamis yang sehat
bahagia, dan kebahagiaan itu memancar untuk diberikan pada orang-orang di
sekitar Anda, sehingga dunia pun siap merespons positif sikap Anda.
LIANNY HENDRANATA
Stres dan Depresi:
Akibat Tidak Menjalankan Agama
HARUN
YAHYA
|
"Dan barangsiapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan
memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk
agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya
Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki
langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak
beriman. " (QS. Al An'aam, 6:125)
Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah
menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir
dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang
mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami
kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.
Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak
terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan
sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka
kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam
segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan
janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami
oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar
memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya
mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan
pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.
Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya
berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh.
Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk
penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur,
gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala
berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual
dan gangguan penglihatan] , sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan
ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak.
Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun
secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan
semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.
Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang
diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan
perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak
keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan
membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi
biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat;
penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol
dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah
meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini
memunculkan masalah bagi tubuh.
Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal
tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin
dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar
kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan
seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada
permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan
psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan
bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh
lapisan tanduk berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak
pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan
dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:
Terdapat kaitan penting antara
stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya.
Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah
nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan
penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan
mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit,
sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang
membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan
pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf
penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan
norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga
dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan
dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah,
rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan
kecemasan memperparah rasa sakit.
Akan tetapi, salah satu dampak
paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan
bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi
dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih
besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.
Alasannya adalah bahwa
rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang
mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot
halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga
mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan
penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat
penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung
koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian
berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.
Para ilmuwan telah mengetahui
bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif
sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang
dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi
Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem
kekebalan tubuh kini dapat diukur.
Terdapat kaitan erat antara
stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada
sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak
meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem
kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak,
sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:
Pengkajian terhadap stres
kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat
berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan
keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari
banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.
Singkatnya , stres merusak
keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal
ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada
beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari
stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana
berikut:
- Cemas dan Panik:
Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.
- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak
- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup
- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian
diabetik yang lemah
- Kesulitan tidur: Mimpi buruk
- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis
.
- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam
dinding saluran pencernaan
- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit
tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak
- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.
- Migrain
- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada,
tekanan darah tinggi
- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air
- Gangguan pernapasan, pendek napas
- Alergi
- Sakit pada persendian
- Mulut dan tenggorokan kering
- Serangan jantung
- Melemahnya sistem kekebalan
- Pengecilan di bagian otak
- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri
- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang
rendah, daya ingat yang lemah
- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk
- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap
- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya
- Mudah tersinggung dan sangat peka
- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat
- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan
- Kehilangan atau peningkatan nafsu
Kenyataan bahwa mereka yang
tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres"
dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an :
"Dan barangsiapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)
Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa
" … hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi
mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa)
oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari
(siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)
Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang
diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman
untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter
menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah
penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai
hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh,
telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan
"ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji
Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:
Barangsiapa
yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik
dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)
|
Relaksasi
Penulis: Susiladiharti
Tips untuk melakukan relaksasi:
Silakan anda berbaring dilantai.
Terlentanglah dan upayakan kepala sejajar dengan kaki anda, sehingga badan anda
lurus. Balikan
tangan anda, sehingga telapak tangan anda menghadap ke langit-langit, Dan
biarkan jemari anda lemas, tanpa harus meluruskannya atau mengepalkannya.
Jauhkan sedikit tangan anda dari badan anda.
Sambil melakukan
itu, busungkan dada anda, biarkan lebih banyak udara mengisi dada dan paru-paru
anda. Leher anda sedikit agak ditekuk,
buatlah leher anda bagian belakang lebih panjang. Bayangkan seolah-olah, ada
orang menjambak rambut anda di bagian depan.
Pejamkan mata
anda jika anda merasa aman begitu, tapi bukalah mata anda jika anda merasa
perlu melihat apa yang ada di sekeliling anda.
Rasakan,
seberapa banyak bagian punggung anda menyentuh lantai. Menggeliat dan dan
rasakanlah agar lebih banyak bagian belakang anda yang menyentuh lantai.
Rasakan berat badan anda menyentuh lantai.
Otot-otot anda
mengendur, lemas dan luruh di atas lantai. Lantai yang padat akan menyangga
badan anda, dan akan mengisi badan anda yang terkapar dan luruh di atasnya.
Tidak mungkin anda akan jatuh atau terdorong. Anda aman, sangat aman.
Bayangkan badan
anda seolah tanpa tulang. Dan bayangkan kini seolah badan anda terbuat dari
lilin yang menghangat dan mencair, meleleh di atas lantai.
Bernapaslah teratur, jangan mencoba mengubah
napas anda.
Sekarang,
pindahkan perhatian anda untuk mendengarkan bunyi dan suara. Dengarkan dengan
seksama bunyi badan anda sendiri.
Sadarilah suara-suara lain yang ada di ruangan ini. Suara orang lain, bunyi tumit bergeser atau
menggedebuk, juga suara saya.
Kemudian, dengarkanlah bunyi dan suara-suara yang berasal dari luar ruangan
ini.
Jangan menolak, atau berusaha mengindari bunyi-bunyi tersebut.
Belajarlah untuk dapat menerima jumlah tertentu kegaduhan yang terjadi di
luarsana, yang memang tidak bisa dihindari.
Relaksasi pada dasarnya adalah penerimaan mengenai sesuatu yang memang tidak
bisa diubah, dan mengubah sesuatu yang tidak bisa diterima.
Kini, fokuskan
kembali perhatian anda pada napas anda.
Rasakan dan sadari. Perlahan napas anda masuk dan perlahan pula napas
anda keluar.
Setiap anda menarik napas, pikirkan bahwa pembaharuan terjadi, kekuatan anda
bertambah, vitalitas anda bertambah.
Setiap anda mengeluarkan napas, biarkan racun-racun, kecemasan, dan semua hal
yang tidak anda inginkan, keluar bersama napas anda. Mendesahlah jika anda
ingin melakukannya.
Perhatiakan
kembali berat badan anda di atas lantai.
Rasakan seberapa banyak bagian tubuh belakang anda menyentuh lantai.
Bawa dan rapatkan kedua kaki anda. Tegakkan kedua telapak dan jemari kaki
anda sampai anda merasakan ketegngannya. Doronglah dengan kedua tumit anda.
Rasakan ketegangan pada kedua belah telapak kaki anda, hanya di telapak kaki
anda.
Tahan .... dan sekarang lepaskan. Biarkan kedua telapak kaki andajatuh lagi ke
depan, lemaskan.
Tegangkanlah
otot kaki anda disekitar betis anda, lutut dan paha anda. Rasakan keteganganya
......kemudian lemaskan.
Biarkan kedua kaki anda terkulai di lantai dengan santai, sehingga anda dapat
merasakan beratnya.
Kini, tegangkan
pantat anda. Sedotlah kedalam perut anda. Rasakan ketegangannnya....kemudian
lepaskan. Rasakan bagaimana otot-otot anda melembut dan luruh dan menebar lagi
di atas lantai.
Coba angkat
pinggang anda. Coba goyangkan dari satu sisi ke sisi lain. Perlahan anda coba
gerakkan ...... ya ..... kemudian anda rendahkan. Jangan coba
mendorongnya ..... biarkan dia jatuh dengan sendirinya ke atas lantai.
Sekarang,
pikirkan tentang bahu anda.
Dorong kedua bahu anda kebelakang.
Rasakan dada anda terangkat ke atas pada saat melakukan itu.
Lepaskan...... Gerakan bahu anda agak menjauh dari telinga anda.
Santai ....
Kini, kepalkan kedua tangan anda, buatlah tinju dengan keduanya.
Eratkan kepalan tangan anda bawalah agak menjauh dari badan anda sambil anda
cobamenghentakkannya sampai merasakan sebuah guncangan di badan anda.
Kemudian simpan kedua tinju anda di lantai dengan santai, pungung tangan berada
di lantai.
Biarkan jemari anda lemas dan biarkan tinju anda terbuka dengan sendirinya.
Biarkan lemas dan rasakan bagaimana ketegangan itu lepasdari kedua tangan anda.
Sekarang
regangkan kelima jemari di kedua tangan anda, selebar mungkin yang anda bisa.
Lakukan itu seperti anda sedang memainkan piano dari satu oktavke oktav yang
lainnya.
Bayangkan jemari-jemari anda seolah terpisah antara satu dengan yang lainnya.
Rasakan ketegangan pada kulit-kulit yang berada di antara jemari-jemari tangan
anda.
Secara perlahan, lemaskan kembali jemari anda.
Anda akan merasakan denyutan yang sangat nikmat serta kehangatan perlahan
menjalar di tangan anda.
Sekali lagi
tekuklah perlahan leher anda. Luruskan dan goyangkan badan anda, biarkan kedua
kaki anda jatuh lunglai ke depan.
Kerutkan wajah
anda. Berikan tekanan dan rasakan ketegangannya pada otot di sekitar mata anda
...... , dahi ...... , pipi ....... , leher ..... dan telinga. Perlahan-lahan,
lemaskanlah kembali wajah anda.
Bayangkan jemari halus yang dingin memijat wajah anda dengan lembut,
melembutkan dan melemaskan otot-otot di sekitar wajah anda, pipi dan dahi anda.
Sekarang
perhatikan setiap bagian tubuh anda. Jika masih ada bagian-bagian yang masih
membutuhkan perhatian anda, tetaplah berbaring dan perhatikanlah bagian itu
dengan menegangkan dan melemaskannya kembali. Atau tetaplah berbaring dan
menikmati perasaan santai yang telah anda miliki, sehingga anda benar-benar merasa
rileks secara total.
STRES DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Penulis: Kristi
Poerwandari
STRES
Stresor adalah rangsang eksternal atau internal yang memunculkan gangguan pada
keseimbangan hidup individu. Karenanya, secara sederhana stres dapat didefinisikan
sebagai suatu keadaan dimana individu dituntut berespon adaptif. Stres
merupakan suatu keadaan yang menuntut pola respon individu, karena
peristiwa/rangsang/hal tersebut mengganggu keseimbangannya.
Stres merupakan sesuatu yang tak
terpisahkan dari kehidupan manusia, stres seperti merupakan bagian dari
kehidupan itu sendiri. Meski cukup sering mengganggu, stres tidak perlu selalu
dilihat sebagai hal negatif, karena dalam hal-hal tertentu, memiliki implikasi
positif. Eustress adalah "stres dalam artian positif", yakni
keadaan yang dapat memotivasi, berdampak menguntungkan.
BAGAIMANA STRES DIALAMI?
Adanya kejadian-kejadian signifikan, misalnya: kematian anggota keluarga,
kematian orang dekat, perceraian atau perpisahan, mengalami hukuman, mengalami
luka atau sakit serius, memasuki dunia perkawinan, dipecat, gagal melakukan hal
penting, anggota keluarga sakit, kehamilan, masalah seksual, pertikaian serius
dengan orang dekat, perubahan status keuangan, dan sebagainya.
Kesulitan hidup sehari-hari. Kesulitan hidup sehari-hari ternyata tidak dapat
dianggap remeh, misalnya kekhawatiran tentang bagaimana memperoleh uang cukup,
hubungan sosial yang tidak mulus dengan teman atau tetangga, terlalu banyaknya
pekerjaan, ketidakmampuan memberikan waktu bagi keluarga, dsb.
Ciri kepribadian juga dapat berperan. Orang yang sangat menykai kompetisi, dan
menuntut diri maupun orang lain untuk memenuhi standar pencapaian tinggi
mungkin akan lebih mudah terkena stress yang terkait dengan penyakit.
Faktor situasional juga tidak dapat dilupakan. Bila kita diperlakukan
diskriminatif atau penuh prasangka karena sesuatu hal yang berbeda dari diri
kita (mis. agama, jenis kelamin, kelas sosial, etnis dll), kita dapat merasa
tertekan dan mengalami kesulitan untuk dapat beradaptasi atau bekerja secara
baik.
(lihat skala stres dalam kehidupan sehari-hari dan skala penyesuaian kembali
yang terlampir)
TIPE STRES PSIKOLOGIS
Manusia berespon terhadap stres secara keseluruhan, sehingga kita tidak dapat
memisahkan secara sangat tegas bentuk-bentuk stres. Stres biologis, misalnya
adanya infeksi bakteri, akan juga berpengaruh terhadap emosi kita.
Bisa pula suatu stres psikologis, misalnya
kegagalan kerja, sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan fisik. Meski
demikian, dapat disebutkan beberapa tipe stres psikologis, yang sering terjadi
berbarengan.
- Tekanan. Kita dapat mengalami tekanan dari
dalam maupun luar diri, atau keduanya. Ambisi personal bersumber dari
dalam, tetapi kadang dikuatkan oleh harapan-harapan dari pihak di luar
diri.
- Konflik. Konflik terjadi ketika kita berada
di bawah tekanan untuk berespon simultan terhadap dua atau lebih
kekuatan-kekuatan yang berlawanan.
- Konflik menjauh-menjauh: individu terjerat
pada dua pilihan yang sama-sama tidak disukai. Misalnya seorang pelajar
yang sangat malas belajar, tetapi juga enggan mendapat nilai buruk,
apalagi sampai tidak naik kelas.
- Konflik mendekat-mendekat. Individu terjerat
pada dua pilihan yang sama-sama diinginkannya. Misalnya, ada suatu acara
seminar sangat menarik untuk diikuti, tetapi pada saat sama juga ada film
sangat menarik untuk ditonton.
- Konflik mendekat-menjauh. Terjadi ketika
individu terjerat dalam situasi di mana ia tertarik sekaligus ingin
menghindar dari situasi tertentu. Ini adalah bentuk konflik yang paling
sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus lebih sulit
diselesaikan. Misalnya ketika pasangan berpikir tentang apakah akan
segera memiliki anak atau tidak. Memiliki anak sangat diinginkan karena
pasangan dapat belajar menjadi orang dewasa yang sungguh-sungguh
bertanggungjawab atas makhluk kecil yang sepenuhnya tak berdaya. Di sisi
lain, ada tuntutan finansial, waktu, kemungkinan kehadiran anak akan
mengganggu relasi suami-istri, dan lain sebagainya.
- Frustrasi. Frustrasi terjadi ketika motif
atau tujuan kita mengalami hambatan dalam pencapaiannya.
- Bila kita telah berjuang keras dan gagal,
kita mengalami frustrasi.
- Bila kita dalam keadaan terdesak dan
terburu-buru, kemudian terhambat untuk melakukan sesuatu (misal jalanan
macet) kita juga dapat merasa frustrasi.
- Bila kita sangat memerlukan sesuatu
(misalnya lapar dan butuh makanan), dan sesuatu itu tidak dapat
diperoleh, kita juga mengalami frustrasi.
BAGAIMANA
STRES MENAMPILKAN DIRI?
Stres menampilkan diri melalui berbagai gejala:
- Yang paling umum adalah meningkatnya
kegelisahan, ketegangan, kecemasan.
- Cukup sering terjadi,
individu mengalami sakit kepala, atau sakit fisik lain (mulas,
gatal-gatal).
- Tampilan fisik lain adalah
ketegangan otot, gangguan tidur, meningkatnya tekanan darah dan detak
jantung.
- Stres juga dapat tampil dalam
perubahan pada perilaku: individu jadi tidak sabar, lebih cepat marah,
menampilkan perubahan pola makan (kehilangan selera, atau malahan terus
menerus makan).
- Yang lain menampilkan kelelahan, kondisi
fisik yang menurun
- Sebagiannya merasa frustrasi,
tak berdaya, menjadi depresif.
- Masalah atau gangguan dalam
hubungan dengan orang-orang lain: curiga, cepat tersinggung, sering
berbeda pendapat atau berselisih paham dll.
BAGAIMANA MENGELOLA STRES?
Telah disebutkan bahwa stres merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup. Jadi
yang perlu dipermasalahkan bukanlah apakah individu berada dalam kondisi stres
atau tidak, melainkan
bagaimana ia menghadapinya?
Secara psikologis, manusia berespon terhadap stres sesuai dengan persepsi dan
proses pembelajaran yang telah diterimanya.
Suatu hal yang perlu dihindari
adalah mengembangkan mekanisme pertahanan diri yang kaku. Mekanisme pertahanan
diri kaku berkembang dan menetap ketika seseorang menghayati perasaan cemas dan
tidak aman yang intens, yang sekaligus memunculkan perasaan bersalah dan/atau
menganggu "ego" atau kebanggaan diri, dan untuk meminimalkan atau
menghilangkannya, ia kemudian mengembangkan lapisan-lapisan pertahanan, yang
dapat sedemikian rupa tak disadari. Dalam batas-batas tertentu, semua manusia
normal secara sengaja menggunakan mekanisme ini, misalnya ketika tidak sedang
dituntut untuk dapat berkonsentrasi menyelesaikan ujian, padahal pada saat sama
sedang menghadapi perceraian. Dalam situasi ini, individu tersebut mungkin akan
menekan dahulu kegelisahannya tentang perceraian, untuk dapat menyelesaikan
ujian. Atau seorang ibu yang mendadak kematian anak akibat kecelakaan, dan
selama beberapa waktu tidak percaya bahwa anaknya tela tidak ada. Bila memantap,
mekanisme pertahanan diri akan mengganggu kenyamanan hidup diri sendiri maupun
orang lain.
Menarik diri atau menghindar kadang menjadi suatu cara yang efektif, bila
situasi yang menekan sudah tak dapat ditanggulangi. Misalnya bila kita
berhadapan dengan orang yang sangat sulit, dan mengkonfrontasi orang tersebut
akan menambah masalah. Meski demikian perlu diingat, bahwa kebiasaan bersikap
"menarik diri" tidak menjadi suatu bentuk penyelesaian masalah yang
dianjurkan. Individu yang terus-menerus cenderung mengambil cara
menghindar akan sulit mengembangkan dirinya. Terus menghindar juga
memperlihatkan ketidakmampuan individu untuk bersikap asertif. Karenanya,
menarik diri atau menghindar sebaiknya dilakukan hanya dalam kasus-kasus khusus
saja, dan diterapkan secara sementara.
Melatih asertivitas. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang orang bersikap
seenaknya, atau mencoba memanfaatkan kelemahan orang lain bila itu
memungkinkan.
Melatih asertivitas
menjadi salah satu cara penting yang tampaknya perlu dilakukan untuk mengatasi
hal ini. Secara ringkas saja, individu dikatakan bersikap asertif bila ia mampu
berhubungan sosial dengan orang lain secara jujur, menyatakan sikap dan
pandangannya (yang mungkin berbeda) secara terbuka dan tegas, tetapi dengan tetap
menghormati orang yang dihadapinya. Hanya diam secara pasif memendam
kejengkelan bukanlah sikap asertif. Tetapi segera saja meledak marah, entah
dengan memaki apalagi melakukan tindakan fisik tertentu, juga bukan sikap
asertif. Yang terakhir lebih tepat disebut bersikap agresif.
Berkompromi. Berkompromi dapat tampil dalam bentuk lebih pasif, yakni lebih
mencoba menyesuaikan diri dengan tuntutan, tanpa upaya untuk mengubah
lingkungan. Terjadi pada individu yang demi menghindari konflik, mengikuti saja
apa yang dituntut oleh pihak lain, meski hal itu mungkin dirasa kurang adil.
Ini disebut konformitas. Kompromi juga dapat tampil dengan
upaya kedua belah pihak untuk saling menyesuaikan diri. Ini di sebut negosiasi,
dan biasanya menjadi cara penyelesaian masalah yang lebih baik, karena bukan
hanya satu pihak yang dituntut untuk berubah, melainkan semua pihak yang
terlibat. Ada pula cara lain yang kadang digunakan, yakni substitusi.
Karena kesulitan melakukan sesuatu yang diinginkan, subjek mencari tujuan pengganti,
yang masih relevan dengan harapan sebelumnya. Misalnya, tidak mampu masuk
sekolah kedokteran karena tak ada biaya, akhirnya memilih bidang farmasi yang
menyediakan beasiswa.
Mengubah gaya hidup. Tentu kita memiliki pengendalian lebih besar terhadap diri
sendiri, daripada terhadap lingkungan. Bila jalan-jalan di Jakarta selalu
macet, tidak mungkin kita mengubah kemacetan itu. Yang dapat dilakukan adalah
melakukan langkah-langkah aktif agar kemacetan tidak mengganggu kelancaran
kegiatan kita. Gaya
hidup dapat diubah antara lain melalui:
- Mengubah kebiasaan.
- Mengefektifkan dan
mengorganisasi kegiatan dengan lebih baik.
- Mengembangkan toleransi lebih
besar terhadap stress. Banyak orang yang kita kagumi karena prestasi atau
hasil kerjanya, yang mungkin sesungguhnya menghadapi sangat banyak stress
daripada yang kita bayangkan. Mereka
bukannya orang yang diberkahi dengan segala kesuksesan tanpa usaha.
Sesungguhnya mereka menampilkan toleransi lebih besar terhadap tekanan:
tuntutan deadline, kompetisi, penyelesaian masalah sulit, dan risiko
kegagalan.
- Belajar mengendalikan pikiran-pikiran yang
menambah tekanan/mematahkan motivasi. Pikiran-pikiran seperti: "Hal
ini tak mampu kulakukan", "Ini mustahil", "Ini terlalu
sulit, untuk apa aku menghabiskan waktu untuk berusaha?" hanya
menambah tekanan dan menghambat penyelesaian masalah. Pikiran-pikiran
tersebut harus diganti dengan pernyataan-pernyataan seperti: "Memang
ini tugas berat. Akan menjadi lebih mudah bila aku membuat langkah-langkah
yang jelas secara bertahap", atau "Tentu tidak selesai kalau aku
menunda-nunda. Aku akan mulai sekarang juga.", atau "Aku bisa
mengerjakan bagian yang ini, bagian yang lain tentu juga bisa. Bagaimanapun
aku sudah membuat kemajuan."
- Selalu mengingatkan diri
bahwa stress dapat menjadi sarana sangat berharga untuk memahami diri
dengan lebih baik, yang bila ditanggapi secara tepat, akan membantu
pertumbuhan diri.
- Bila diperlukan, mencari
dukungan/bantuan (dari lingkungan sosial dan/atau profesional) untuk
memfasilitasi penyelesaian masalah.
LATIHAN / PERTANYAAN REFLEKTIF
- Daftarkan masalah sehari-hari yang mengganggu
Anda. Apa saja itu? Menurut Anda, adakah sesuatu yang dapat
dilakukan agar hal-hal itu tidak terlalu mengganggu lagi?
- Kebiasaan apa sajakah yang
perlu Anda terapkan untuk mengubah gaya
hidup sebelumnya?
Bangun lebih pagi
Hidup lebih teratur
Berhenti merokok
Membuat daftar rinci apa saja yang harus dikerjakan hari ini
Menyediakan waktu khusus untuk rileks.
Menghindari penundaan, langsung memulai.
Menetapkan waktu khusus yang tetap untuk melakukan sesuatu.
Menganggarkan waktu khusus untuk bersosialisasi dengan teman/kerabat
Berjalan dengan lebih santai.
Menyediakan waktu untuk sarapan.
Apalagi?
- Dapatkah Anda mengingat kejadian-kejadian
dimana stress menghasilkan implikasi positif? Jelaskan.
Menurut Anda, dalam
hal-hal/situasi-situasi apa saja kita dapat mencoba bersikap asertif? Apa sikap
yang selama ini lebih sering Anda tampilkan? Berkompromi atau menghindar?
Agresif dan menyalahkan? Atau bersikap asertif
*tentu bukan
sembarang sujud, namun manfaat dari sujud saat sholat… aku masukkan kategori
hikmah, karena manfaatnya inilah yg bisa dijadikan hikmah buat qt semuah…*
Salat adalah amalan ibadah yang paling
proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat
melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah
terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan
salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
Saat seorang
hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai
menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan
fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat,
sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL
IHRAM
Postur: berdiri tegak,
mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau
dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening
(limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan
darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu
meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua
tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini
menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian
atas.
RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang
lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan
tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi
tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar
dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang
bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah.
Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
I’TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh
kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan
sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan
yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki,
dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan
ketiak. Posisi
jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke
otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan
sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya
di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik
rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan
organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal)
dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang
terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri
pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak
kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang
dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga.
kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan
dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar
leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah
sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH
secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita
luar‑dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia
menundukkan diri serendah‑rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya
sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan
tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini
mengantar manusia pada derajat setinggi‑tingginya. Mengapa?
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin,
pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi
jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke
otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat
memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari
Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan
Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam‑diam melakukan
riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.
PERINDAH POSTUR
Gerakan‑gerakan dalam salat mirip yoga atau
peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan
peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat
menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah
latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban
tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah
kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita.
Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi
kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa
dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan
dada, otot‑otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus)
berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan
lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan
yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah
berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih
elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta
mempertahankan organ‑organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam
salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk
tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot‑otot
daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat
tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan
saluran kemih.
Saat duduk
tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus
diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal
paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah
perineum. Tekanan lembut inilah yang
memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya,
seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan
sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel‑sel
yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar.
Alhasil, tubuh senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan
menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada kekencangan. kulit wajah.
Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya,
gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainjnbvbfhvfbggvhvhfvch