Jumat, Januari 25, 2013

Ini dia 7 amalan pelancar rejeki

Setiap orang pasti mendambakan rezeki yang halal, baik, berkah, dan melimpah. Tentu, dengan rezeki tersebut seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk mendapatkannya, selain dengan bekerja keras secara ikhlas, tuntas dan cerdas, seseorang harus mengetahui amalan-amalan apa saja yang dapat memperlancar turunnya rezeki. 

Pertama, bertaubat dan memperbanyak istighfar. Allah Ta'ala berfirman :“Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh:10 – 12).

Dengan dalil ini, Imam Hasan Al-Bashri selalu menganjurkan kepada orang yang datang kepadanya karena masalah kekeringan, kemiskinan, kemandulan, paceklik dan lain sebagainya untuk selalu membaca istighfar.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam juga bersabda, 

“Barangsiapa yang sering membaca istighfar, niscaya Allah akan menghilangkan segala kegundahan dan kesusahannya, serta dikaruniakan kepada rezeki yang tidak diduganya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kedua, bertakwa. Yang dimaksud bertakwa di sini adalah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Maka, bila kedua syarat ini telah terpenuhi dalam diri seorang muslim, dia berhak mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah Ta'ala melalui Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya.

Allah berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2 – 3)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96)

Menurut Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu maknanya adalah, Allah pasti akan menambahkan kebajikan serta memudahkan rezeki bagi mereka dalam segala hal.

 Ketiga, tawakal. Makna tawakal menurut Imam Al-Ghazali adalah, menggantungkan hati kepada Allah semata. Jadi, tawakal adalah urusan hati sedangkan jasad ini berikhtiar dalam mencari nafkah. Allah Swt. berjanji bagi mereka yang bertawakal kepada-Nya bahwa Dia akan mencukupkan kebutuhan hidup mereka di dunia.
Allah Subhanah berfirman, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3).

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, 

“Kalau seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka kamu akan dlimpahkan rezeki sebagaimana burung-burung yang diberi rezeki. Mereka terbang di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)

Keempat, memfokuskan hidup untuk ibadah. Yaitu, hendaknya kita menjalani hidup ini dengan niat ibadah. Bila kita mencari nafkah, niatkanlah untuk beribadah kepada Allah. Bila kita bersilaturahmi ke rumah teman, niatkanlah untuk ibadah. Dan seterusnya. Bila hidup kita tujukan dalam rangka beribadah kepada Allah, maka Allah telah berjanji untuk memberi kita kekayaan dan menjauhi kita dari kemiskinan.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, 

“Sesungguhnya Allah Ta'ala. telah berfirman,

‘Hai Bani Adam, konsentrasikanlah dirimu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki! Hai Bani Adam, janganlah kamu menjauhi Aku! Karena jika kamu berusaha untuk menjauhi-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kemiskinan dan Aku akan  isi tanganmu dengan kesibukan.”  (HR. Hakim)

Kelima, silaturahim. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda,

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahim.”  (HR. Bukhari)

Imam Ibnu Abu Hamzah berkata, “Silaturahim itu dapat terjalin dengan adanya harta, atau menolong ketika dibutuhkan, mencegah dari bahaya, muka yang berseri-seri, dan dengan doa.” Itulah sarana silaturahim yang hendaknya kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Keenam, sedekah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba': 39).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Betapapun sedikit apa yang kita sedekahkan dari apa yang Allah perintahkan kepada kita dan apa yang diperbolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya untuk kita di dunia, dan di akhirat kita akan diberi pahala dan ganjaran.

Ketujuh, berpagi-pagi dalam mencari nafkah. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda,

“Ya Allah, berkahilah umatku di pagi-pagi mereka.” Maka, doa Rasulullah ini pasti dikabulkan oleh Allah.

Jika mengutus pasukan, maka Panglima Islam Shakhar Al-Ghamidi mengutusnya dipagi hari. Dia seorang pedagang yang memulai dagangannya di pagi hari, maka dia kaya raya. (HR. Abu Daud).

Di waktu pagi ini, kita temukan apa yang tidak ada di waktu lain, bahkan dalam kecerahan dan kesegaran udaranya. Allah menjadikan waktu ini sebagai berkah dalam rezeki. Bahkan sebagian ulama salaf apabila melihat salah satu anaknya tidur di pagi hari,maka a akan membentaknya dan berkata,

“Mengapa engkau tidur pada waktu di mana rezeki di bagi-bagikan?!”



 

Paket wisata
Rumah dijual
Property Consultant
plazamuslim.com

Kamis, Januari 24, 2013

Arti kedutan matamu

 Anda tentu pernah mengalami mata yang berkedut. Di masyarakat mitos seputar kedutan mata memang memiliki banyak arti. Seperti akan sedih, merindukan seseorang dan sebagainya. Seperti apa kebenarannya? Yuk, simak!


Mata berkedut saat mengendarai motor Yamaha mungkin memang agak mengganggu. Ada orang yang senang saat mengalami mata berkedut, ada juga yang kesal. Berikut adalah definisi arti kedutan yang dipercaya sejak jaman nenek moyang.


Kedutan di Bagian Mata Kanan


Alis mata
Bila yang terasa berkedut adalah alis mata kanan, banyak yang percaya merupakan tanda akan mendapat kebahagiaan. Namun ada hal sulit yang harus ditempuh terlebih dahulu.


Kelopak mata
Sama seperti alis mata, keberuntungan akan didapat bila kedutan pada kelopak mata kanan atas. Sebaliknya, bila kelopak mata kanan bawah yang berkedut, kesedihan konon didapat.


Ekor mata
Bila sedang sakit dan kedutan pada ekor mata kanan Anda alami, ini berarti Anda akan sembuh dari penyakit. Sementara bila ekor mata kanan bawah yang mengalami kedutan, ini artinya Anda akan bertemu orang yang jauh.


Bola mata
Kedutan pada bola mata kanan sendiri menandakan bahwa Anda akan bersedih.

Kedutan di Bagian Mata Kiri


Alis mata
Bersiaplah bertemu dengan seseorang entah jauh atau dekat, bila alis mata kiri Anda berkedut.


Kelopak mata
Banyak yang percaya saat kelopak mata kiri atas berkedut, ada orang yang istimewa untuk Anda yang akan hadir. Sebaliknya, bila kelopak kiri bawah berarti akan bersedih.


Ekor mata
Kedutan pada ekor mata kiri atas menandakan Anda akan bertemu dengan famili jauh. Dan Anda akan sakit bila yang berkedut ekor mata kiri.

Bola mata
Bertentangan dengan kedutan pada bola mata kanan, bila mata kiri Anda berkedut, tandanya Anda akan memperoleh kebahagiaan.


Percaya atau tidak, mitos-mitos di atas memang kadang benar adanya. Namun sebetulnya kedutan mata sendiri bisa menandakan gejala fisik. Misalnya Anda sedang kelelahan, stres atau alergi. Mata juga bisa berkedut bila tubuh kekurangan atau kelebihan nutrisi.


Paket wisata
Rumah dijual
Property Consultant
plazamuslim.com

Semoga itu baik...insya Allah

 ALKISAH:

Ada seorang raja yg setiap pergi berburu sll ditemani oleh seorg sahabatnya yg terkenal dg ketaqwaannya.
Tiap kali raja mnemui ssuatu yg tdk mngenakkan,sahabatnya selalu berkata: semoga itu baik....اِنْ شَآءَاللّهُ
kata2 ini sll diulang2nya pd stiap kejadian yg scr dhahir adlh kejadian buruk..

pada suatu hari,,
saat sang raja berburu bersama sahabatnya,ditemani oleh pengawalnya, jari raja trkena tombak & trpotong..darahpun mengucur..si sahabat berkata; semoga itu baik,,,اِنْ شَآءَاللّهُ
raja marah & mmerintahkn pengawalnya Uțk mmenjaraknnya

saat pengawal ditanya:
apa yg dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara??

pengawal mnjwb:ia hnya mngatakn; semoga ini baik,,, اِنْ شَآءَاللّهُ

suatu ketika,,
raja pergi berburu tnp ditemani olh sahabatnya,ia tersesat di hutan..sedangkan di hutan tsb terdapat suku yg menyembah benda mati & tiap tahun mengorbankan org kpd ssembahannya tsb.

raja pun ditangkap oleh suku tsb..namun,saat diperiksa didapati bahwa jari raja tdk lengkap, mrka pun menolak mengorbankannya, sbb korban hrs dlm kondisi yg sempurna.

raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya..

akhirnya, raja menyadari kebenaran ucapan sahabatnya.. sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara..

raja bertanya: ketika engkau mengatakan; semoga itu baik, اِنْ شَآءَاللّهُ  saat jariku terpotong, aku menyadari bhwa kebaikan itu adalah aku tdk jadi disembelih Uțk sesembahan krn fisiku tdk sempurna, sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu??

sahabat menjawab:
andaikata saat itu saya bersamamu, maka mrk akan menyembelih saya sbg penggantimu adalah lbh baik jk mendapati kejadian buruk dgn ucapan SEMOGA INI BAIK, اِنْ شَآءَاللّهُ  drpd hrs marah2, mngoceh, tmengeluh, menyumpah, dll,
blh jd kamu mmbenci sesuatu, pdhl itu amat baik bagimu & blh jadi kamu menyukai sesuatu, pdhl itu amat buruk bagimu, Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tdk mengetahui
(Al-Baqarah : 216).

والله اعلم باالصواب

Semoga dapat kita ambil manfaatnya.



Paket wisata
Rumah dijual
Property Consultant
plazamuslim.com

Rabu, Januari 23, 2013

Sholat Khusyuk...kita HARUS BISA !!!

TIPS SHALAT KHUSYU .. (SHALAT KHUSYU' ITU MUDAH) ...

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim ... Untuk dapat mencapai shalat khusyu’ yang dapat memberikan pengaruh dan manfaat yang sangat banyak kepada pelakunya bukanlah shalat yang dilakukan dengan sambilan, asal-asalan, seadanya, sekedarnya atau biasa-biasa saja.

Shalat khusyu’ itu hanya dapat diperoleh jika dikerjakan dengan penuh persiapan, ketenangan, kesungguhan, kesabaran dan keyakinan.

Dengan kata lain shalat itu harus "di-manage" atau dikelola dengan baik dan benar. Manajemen shalat berarti bagaimana kita dapat memperoleh shalat yang khusyu’ dan nikmat dengan berpegang teguh kepada bimbingan Al-Qur’an dan tuntunan sunnah Rasulullah.

Shalat khusyu’ itu mudah dengan syarat mengetahui modal dan langkah-langkah­nya berikutnya mau mengamalkan dengan sungguh-sungguh­.

Modal mencapai shalat khusyu antara lain: ...

- Jadikan shalat sebagai kebutuhan bukan sekedar menggugurkan kewajiban ...

- Ubahlah malas belajar menjadi mau belajar, pelajari dan fahami kembali ilmu shalat ....

- Ubahlah shalat sebagai sambilan menjadi ada waktu khusus untuk shalat ....

- Ubahlah kemalasan menjadi kesungguhan untuk melaksanakan shalat dengan khusyu’ ...

- Ubahlah kebiasaan bermaksiat menjadi kemauan untuk bertaubat ...

Tahapan mencapai shalat khusyu’ ...

1. Khusyu' Persiapan ..

a. Ketika mendengar adzan, tanamkan selalu dalam hati dan pikiran bahwa kita butuh Allah dan ingin berterimakasih kepada-Nya.

b. Segera siapkan diri, hati, pikiran dan waktu untuk mengerjakan shalat

c. Mulailah mengerjakan wudhu’ dengan sempurna dan dengan penuh ketenangan serta kekhusyu’an.

d. Persiapkan diri menuju shalat dengan tenang. Gunakan pakaian yang bersih demikian pula tempat shalat harus bersih dan suci, serta hindarkan hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan dan kekhsyu’an shalat sperti: non-aktifkan hp, padamkan telvisi, radio dll.

e. Khusus bagi laki-laki, kerjakan shalat di masjid atau mushalla.

2. Khusyu’ Gerakan ...

a. Mulailah berdiri tegak menghadap kiblat kemudian siapkan hati dan pikiran untuk menghadap Allah kemudiaan berniatlah di dalam hati.

b. Melakukan semua gerakan shalat dengan sempurna persis seperti yang dicontohkan Rasulullah.

c. Melakukan semua gerakan dengan tenang dan sempurna

d. Pandangan mata tertuju pada tempat sujud (tidak melirik atau menoleh)

e. Tidak ada gerakan tambahan lain seperti mengaruk dll kecuali diperlukan.

3. Khusyu’ Bacaan ..

a. Bacalah bacaan shalat dengan benar, jelas, tartil (perlahan-lahan­ dan tidak terburu-buru)

b. Terdapat jeda di antara kalimat (do’a atau ayat-ayat Al-Qur’an)

c. Bacaan lirih (berbisik) dan merendahkan suara, artinya hanya terdengar oleh telinga sndiri

d. Tidak ada ucapan atau perkataan lain, selain bacaan shalat, seperti menjawab salam, bergumam, dll.

4. Khusyu’ Pikiran ..

a. Setiap mulut membaca bacaan shalat maka hati dan pikiran ikut membacanya.

b. Pikiran dan perhatian terpusat pada bacaan dan gerakan shalat.

c. Berusaha memahami makna bacaan

d. Tidak larut dalam pikiran selain mengingat Allah, gerakan dan bacaan shalat.

5. Khusyu’ Perasaan ..

a. Hayati dan resapi setiap bacaan shalat mulai dari takbir sampai salam

b. Perbanyaklah membaca tasbih pada waktu ruku’ dan sujud serta perbanyaklah doa pada waktu sujud dan sebelum shalam. Rasakan seolah-olah sedang berhadapan dan berkomuniksi dengan Allah.

c. Berusahalah mengamalkan nilai-nilai shalat (syarat, bacaan dan gerakannya) dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahua’lam bish Shawwab...

.... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ....

Barakallahufiku­m ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

# SUMBER : (Disarikan dari buku saku "Shalat khusyu itu mudah" karya Ustadz Ansufri Idrus Sambo)


Paket wisata
Rumah dijual
Property Consultant
plazamuslim.com

Belajar Wordpress GRATIS di sini...

Belajar Bisnis Online